Forum Santri Gresik saat laporkan H. Nawawi Kasiadi ke Polsek Menganti. foto: ist.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Forum Alumni Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Mamba'us Sholihin Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, mempolisikan mantan Anggota DPRD Gresik, H. Nawawi Kasiadi ke Polsek Menganti, Sabtu (5/12/2020).
Langkah itu dilakukan setelah Nawawi Kasiadi, warga Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, dianggap telah menghina Pengasuh Ponpes Mamba'us Sholihin, KH. Masbuhin Faqih.
BACA JUGA:
- Pengurus PC LPBI SER NU Gresik Siaga Bencana Alam
- Bupati Gresik Deklarasi Dukung Prabowo-Gibran, Ketua PDIP Gresik: DPP Perintahkan Tegak Lurus
- Bupati Gresik Ikut Deklarasi Dukung Prabowo-Gibran, Anha: Dia Bupati Golkar
- Empat Bulan Kesulitan Ambil Sertifikat di Bank, MWCNU Manyar Gresik Tak Bisa Bangun Kantor
Laporan itu terkait komentar Nawawi Kasiadi di grup WhatsApp Warga Nahdliyyin Gresik, menanggapi video berisi statement KH. Masbuhin Faqih yang merestui pencalonan Cabup No. 2 Fandi Akhmad Yani (Gus Yani).
Dalam grup itu, Nawawi menulis: "Ngomonge wis gak teteh.... ngomong opo iki... Ngomong ngae wis gak jelas kok Sik Melik ngurusi politik...sadar....sadar....umur Riko kari mek sak gongan.....," tulis H. Nawawi Kasiadi mengomentari video tersebut.
Komentar Nawawi Kasiadi pun memantik reaksi kemarahan para santri dan alumni Pondok Pesantren Mambaus Sholihin. Apalagi, KH. Masbuhin Faqih dianggap sebagai kiai sepuh dan kharismatik.
Ketua Forum Silaturahim Santri (Forsis) Mama'us Sholihin Gresik, Ahmad Shodiq mengatakan, ujaran penghinaan tersebut sudah kelewat batas. Menurutnya, penghinaan itu sangat melukai hati umat islam khususnya warga NU Gresik.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




