Minggu, 06 Desember 2020 07:46

Ayong, Banser Tionghoa itu Tutup Usia

Sabtu, 15 Agustus 2020 19:22 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: M. Didi Rosadi
Ayong, Banser Tionghoa itu Tutup Usia
Almarhum Lie Tjin Kiong (kiri) yang berdarah Tionghoa saat tugas pengamanan bersama seorang Banser keturunan Belanda yang akrab disapa Londho. (foto: ist).

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Sekitar 3 tahun lalu media sosial digegerkan oleh sebuah Kartu Tanda Anggota (KTA) Banser. Pasalnya, KTA Banser itu tidak biasa, baik nama maupun foto dalam KTA tersebut merujuk pada sosok pria etnis Tionghoa.

KTA dengan nama Lie Tjin Kiong dengan berseragam Banser itu viral di media sosial dengan berbagai narasi. Ada yang menyebut Banser telah disusupi WNA asal Cina. Ada pula yang menganggap KTA itu palsu atau hoaks.

Kesimpangsiuran itu pun terjawab, ternyata Lie Tjin Kiong atau biasa disapa Ayong itu adalah benar anggota Barisan Ansor Serbaguna atau Banser. Bahkan, Ahmad Subkhi yang merupakan nama Ayong setelah memeluk Islam itu sudah lulus dalam Diklatsar Banser.

Lama tidak terdengar, publik dikagetkan dengan kabar duka. Ayong, Banser Tionghoa itu telah tutup usia. Kabar itu dibenarkan Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Tandes, Luthfi Ansori.

"Iya.. benar, Lie Tjin Kiong atau Ahmad Subkhi alias Ayong telah meninggal dunia Sabtu pagi ini di RS Muji Rahayu. Jenazah dimakamkan di TPU Babat Jerawat, Tandes," ujar Lutfi, Sabtu (15/8/2020).

Lutfi mengenal Ayong sebagai figur yang sederhana, tapi luar biasa. Sebagai mualaf, Ayong tak pernah meninggalkan salat. Bahkan salat lima waktu ia laksanakan tepat waktu. Meski pun sedang menjalankan usaha, kalau azan berkumandang ia langsung menutup toko dan mengajak anak dan istri salat ke masjid.

Almarhum yang menjabat sebagai Kepala Satuan Koordinasi Kelurahan (Satkorkel) Balongsari itu memang menjalankan usaha cuci cetak foto. Usaha itu dijalankan di sebuah toko yang masih di areal rumah. Usaha itu adalah warisan orang tuanya.

"Beliau orang yang luar biasa, selain ibadahnya tekun. Pengabdian terhadap Ansor dan Banser sangat luar biasa. Beliau tak pernah menolak tugas. Bahkan kalau ada anggota Ansor atau Banser yang cuci cetak foto di tokonya, ia gratiskan. Ia tak pernah mau menerima bayaran dari sahabatnya," tutur Lutfi.

Almarhum Ayong meninggal dunia dalam usia 41 tahun. Almarhum meninggalkan seorang istri dan tiga orang putra-putri. Anak pertama baru saja melangsungkan pernikahan, sedangkan anak terakhir baru berusia tujuh tahun.

"Alhamdulillah, sahabat-sahabat Ansor dan Banser sempat mensalatkan serta mengantar almarhum ke peristirahatan terakhir. Semoga almarhum husnul khotimah," pungkas Lutfi. (mdr/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Kamis, 03 Desember 2020 15:46 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...