Senin, 24 Februari 2020 05:35

​Wahabi Lakukan “Kejahatan Intelektual” terhadap Kitab Kuning

Jumat, 16 Januari 2015 21:17 WIB
​Wahabi Lakukan “Kejahatan Intelektual” terhadap Kitab Kuning
KH Muhyiddin Abdusshomad

BangsaOnline-Berbeda dengan paham Syiah yang masuk lewat pengurus NU, serbuan Wahabi Salafi justeru masuk lewat kitab-kitab kuning yang selama ini menjadi rujukan warga NU dan pesantren. Habib Ali Bin Yahya, pengelola Darul Kutub Al-Islamiah Jakarta dalam acara Silaturahim Nasional bertema Penguatan Aswaja dan Penanggulangan Terorisme di Pesantren Mahasiswa al-Hikam Depok Jawa Barat (28-30/12/2014), mengungkapkan beberapa temuan tentang “kejahatan intelektual” yang dilakukan penganut Wahabi Salafi. Menurut dia, banyak kitab yang dikaji di pesantren telah mengalami perubahan isi atau konten. Dalam acara yang diikuti Rais Syuriah, Ketua Tanfidziyah PCNU dan PWNU se-Indonesia itu Habib Ali menjelaskan, jika selama ini penganut Wahabi Salafi hanya memproduksi kitab-kitab propaganda Wahabi dan mendistribusikan secara gratis kepada warga NU, kini banyak sekali kitab kuning yang selama ini jadi referensi pesantren mengalami penghapusan atau penambahan kontens secara tak bertangungjawab yang dilakukan penganut Wahabi Salafi. Ia mencontohkan kitab Adzkarul Haji. Dalam kitab tersebut kalimat yang menganjurkan “ziarah ke makam Rasulullah SAW” oleh penganut Wahabi diganti menjadi “ziarah ke masjid Rasulullah SAW”. Sekedar informasi, paham Wahabi memang mengharamkan ziarah kubur, termasuk ziarah makam Rasulullah. Bahkan kitab-kitab standar pesantren seperti Tafsir Jalalain, Fathul Muin, Fathul Qarib dan sebagainya juga mengalami perubahan kontens yang dilakukan penganut Wahabi Salafi. Karena itu penerbit Darul Kutub Al Islamiah kini sedang intensif melakukan koreksi ketat dan penerbitan kembali kitab-kitab klasik tersebut.

KH Muhyiddin Abdusshomad mengungkapkan bahwa penganut Wahabi cenderung membid’ahkan ajaran Islam yang tak sejalan dengan mereka, terutama NU. Bahkan, kata Kiai Muhyiddin, mereka telah membunuh ribuan orang Islam semata karena dianggap sesat dan tak sejalan dengan pemikiran keagamaan yang diyakini mereka. Intinya, baik Syiah maupun Wahabi, sama-sama kejam dan tak punya rasa toleransi dalam kehidupan beragama. Karena doktrin yang mereka ajarkan hanya paham mereka yang benar, sedang paham keagamaan diluar mereka dianggap sesat dan bid’ah.

Karena itu Kiai Muhyiddin minta agar para kiai NU terus memperjuangkan ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja)yang diwariskan Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari.(ma)  

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 21 Februari 2020 20:10 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Tuban mempunyai wisata edukasi baru berupa Taman Kelinci. Suasana Taman Kelinci yang terletak di tepi jalan Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban ini begitu adem, asri, dan sejuk, karena jauh dar...
Senin, 17 Februari 2020 20:01 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanGus Sholah. Panggilan yang enak didengar. Sekaligus menyejukkan. Siapa pun yang pernah bertemu, berbincang – apalagi akrab. Pasti terkesan: santun, tawaddlu’, sederhana, egaliter dan moderat. Moderat sesungguhnya. Bukan ...
Kamis, 20 Februari 2020 11:01 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALAyat kaji 80 ...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...