Minggu, 12 Juli 2020 14:01

Satu Keluarga di Gubeng Kertajaya Dikabarkan Positif Covid-19, 4 Meninggal, ini Kronologi Sebenarnya

Kamis, 04 Juni 2020 00:42 WIB
Editor: Revol Afkar
Satu Keluarga di Gubeng Kertajaya Dikabarkan Positif Covid-19, 4 Meninggal, ini Kronologi Sebenarnya
Ilustrasi.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Handphone D (32) berdering. Perempuan warga Gubeng Kertajaya IX-G Surabaya itu mengecek pesan masuk. Ternyata dari tantenya yang ada di Kediri. Isinya tentang informasi yang mengabarkan bahwa seluruh anggota keluarganya positif Covid-19.

D memang lagi berduka. Dia baru saja kehilangan empat anggota keluarganya yang meninggal karena diduga terpapar Covid-19. Yakni kedua orang tuanya, kakak perempuannya, dan keponakannya. Empat orang itu meninggal dalam kurun waktu 6 hari.

Namun menurutnya, tidak semua keluarganya yang meninggal itu sudah dipastikan positif Covid-19. Hanya kakak perempuannya yang berdasarkan swab test dinyatakan positif Covid-19. Sedangkan kedua orang tuanya baru berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19, karena belum sempat menjalani swab test. Begitu juga keponakannya, meninggal saat masih berada di dalam kandungan kakaknya, dalam usia 8 bulan.

Kepada BANGSAONLINE.com, D menceritakan secara detail kronologi meninggalnya empat anggota keluarganya tersebut. Berawal dari gejala demam, batuk, dan flu yang dialami kakak perempuannya. Kebetulan kakaknya sedang hamil 8 bulan.

"Sebelumnya sudah pernah periksa ke RS PHC dan rapid test di Pura Raharja, tapi hasilnya negatif. Akhirnya pulang dan menjalani perawatan di rumah," ujarnya. Saat menjalani perawatan di rumah itulah, kondisi kakaknya memburuk, hingga kemudian harus kembali perawatan di rumah sakit, tepatnya pada Rabu (27/5) lalu.

Saat di rumah sakit, kondisi kakaknya tidak menunjukkan tanda-tanda membaik. "Di PHC kakak saya gagal napas, sempat dipasang ventilator. Setelah dicek, ternyata detak jantung bayi sudah gak ada," katanya.

"Besoknya, Jumat (29/5), giliran papa dan mama saya yang masuk rumah sakit. Papa tiba-tiba hilang kesadaran dan mengalami diare, sedangkan mama mengalami meriang, batuk, dan sesak napas," ceritanya.

Sehari menjalani perawatan di rumah sakit, ayahnya justru meninggal, pada Sabtu (30/5). "Sempat di-rapid test hasilnya reaktif, tapi belum di-swab, sehingga meninggalnya dengan status PDP," terangnya.

(BACA: Beli Dua Peti Jenazah Rp 2,6 Juta, Derita Warga Gubeng yang Kehilangan 4 Anggota Keluarga)

Tak lama setelah ayahnya, giliran kakaknya yang meninggal, tepatnya Minggu (31/5) dini hari. "Meninggalnya pukul 02.00 WIB. Tapi kakak saya sudah sempat menjalani tes swab. Swab test pun keluarga gak tau. Tiba-tiba beberapa hari kemudian mendapat telepon dari puskesmas, kalau hasil swab kakak saya positif," kata D.

"Jadi pas Puskesmas Mojo ngabari kakakku positif, itu petugas sambil minta data semua KK serumah. Katanya mau dijadwalkan swab. Tapi sampai sekarang gak ada rapid test, swab juga secara mandiri," tambahnya.

(BACA: Selamatkan 2 Anggota Keluarga Korban Covid-19 Gubeng yang Tak Tercover Swab, Pemprov Turun Tangan)

Namun duka bagi D tidak berhenti di situ. Dua hari kemudian, Selasa (2/6) sore kemarin, giliran mamanya yang meninggal. Sama seperti papanya, sang mama juga belum sempat dites swab, meski sempat menjalani rapid test dengan hasil reaktif. "Jadwal swab dari pihak rumah sakit sebenarnya tanggal 2, tapi sampai mama meninggal sore hari belum sempat dilakukan swab. Harusnya pada hari itu jadwal swab-nya, sudah bayar administrasi juga," ujarnya.

Terkait musibah yang dialami keluarganya ini, dia meminta agar masyarakat tak mudah menghakimi, serta tidak mudah menyebarkan pesan yang belum tentu kebenarannya. Apalagi, menyangkut kondisi keluarga seseorang. "Saya lagi berduka, tapi malah ada kabar seperti itu, menyebutkan bahwa keluarga saya seluruhnya positif Covid-19," pungkasnya. (rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Sabtu, 11 Juli 2020 01:28 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...