Rabu, 05 Agustus 2020 17:14

Tak Bawa Surat Keterangan RT/RW, Ratusan Warga Sidoarjo Kena Razia PSBB

Jumat, 15 Mei 2020 16:59 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Catur Andy
Tak Bawa Surat Keterangan RT/RW, Ratusan Warga Sidoarjo Kena Razia PSBB
Warga sedang mengantre untuk dikenai sanksi adminisratif.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Penindakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II dimulai pada Jumat (15/5). Petugas gabungan melakukan pengecekan pada warga yang keluar rumah. Hasilnya, sebanyak 250 orang melanggar aturan. Mereka tak membawa surat keterangan RT/RW.

Razia surat keterangan RT/RW itu dilakukan di pusat kota delta. Lokasinya di dua titik, yaitu di Jalan Pahlawan tepatnya depan pintu A Gor Delta serta Jalan KH Mukmin.

Di depan Gor Delta, polisi mengarahkan pengendara roda dua untuk menepi. Setelah itu, Satpol PP meminta warga menunjukkan surat keterangan RT/RW. Bagi yang bisa menunjukkan persyaratan tersebut, berhak melanjutkan perjalanan.

Namun, pemakai jalan yang tak membawa surat keterangan RT/RW diminta berhenti. Petugas memberikan sanksi, bentuknya dengan hukuman administratif.

Salah satu yang terjaring razia yaitu Salsabila Azizah. Bersama ibunya, dia hendak menuju Jalan Untung Suropati untuk memesan makanan berbuka puasa. Di depan GOR Delta Azizah ia diminta menepi. "Sebenarnya sudah tahu harus membawa surat RT/RW, tapi lupa," ucapnya.

Lestyo Hadi Waluyo juga terjaring penertiban. Saat ditanya petugas, warga Kelurahan Ploso, Tambaksari, Surabaya itu tak mampu menujukkan surat keterangan RT/RW. "Habis mengantar barang ke Sidoarjo terus balik ke Surabaya," ucapnya.

Lain halnya dengan Silvi Anggun Kartini. Sejatinya, dia sudah mendapatkan informasi. Saat PSBB tahap kedua berjalan, warga yang keluar rumah harus membawa surat keterangan RT/RW. "Tapi saya belum tahu kapan aturan itu diberlakukan," terangnya sembari menunjukkan surat teguran dari petugas.

Usai menggelar razia di Jalan Pahlawan, petugas berpindah tempat. Penindakan dilakukan di Jalan KH Mukmin. Sejumlah pengendara pun terjaring penertiban.

Kasatlantas Polresta Sidoarjo Kompol Eko Iskandar menuturkan, mulai kemarin penindakan PSBB jilid kedua dilakukan. Setiap pengendara yang melintas wajib menunjukkan surat keterangan RT/RW. "Syarat itu harus dipenuhi," paparnya saat ditemui di Gor Delta kemarin.

Eko menjelaskan, aturan tersebut tidak melarang orang keluar rumah. Namun, sifatnya membatasi pergerakan warga. Bagi pekerja dan dan orang yang memiliki keperluan mendadak seperti membeli obat dan pergi ke rumah sakit tetap diperbolehkan beraktivitas. "Kami tidak mematikan ekonomi. Namun kami imbau warga membawa surat keterangan RT/RW," tuturnya.

Total petugas menjaring 250 pelanggar. Untuk tahap awal, petugas masih memberikan toleransi. Sanksi yang diberikan berupa surat teguran tertulis.

Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Yani Setyawan menuturkan, warga yang tidak membawa surat keterangan RT/RW dikenakan sanksi administratif. Bentuknya berupa penahanan KTP. "KTP ditahan selama masa PSBB. 14 hari," jelasnya.

Tak hanya itu, pemkab juga menyiapkan sanksi sosial. Warga yang melanggar bakal dikenakan hukuman sosial. Misalnya, membersihkan jalan, ikut menjadi petugas pemakaman, serta menjadi penyuluh Covid-19.

Dalam PSBB tahap kedua, Satpol PP juga memelototi tempat usaha yang melanggar aturan. Kafe, warkop, dan warung makanan diimbau tak menyediakan tempat duduk. Hanya melayani pemesanan makanan. "Kalau ada yang melanggar kursi dan wifi kami sita," pungkasnya. (cat/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 30 Juli 2020 21:34 WIB
Oleh: KH. Agoes Ali Masyhuri*Kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim yang menyerahkan dana hibah puluhan miliar rupiah kepada Tanoto dan Sampoerna Foundation membuat dua ormas besar Islam Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah kecewa dan mundur dari organi...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...