Selasa, 15 Juni 2021 20:59

Audiensi LPA Pasuruan dengan SMKN Rembang, Berakhir Deadlock

Rabu, 13 Mei 2020 20:16 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Ahmad Habibi
Audiensi LPA Pasuruan dengan SMKN Rembang, Berakhir Deadlock
LPA Pasuruan saat audiensi dengan Komisi IV.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Rapat kerja yang difasilitasi oleh Komisi IV DPRD Pasuruan, yakni antara LPA Pasuruan dengan SMKN Rembang selama dua jam lebih, tidak menghasilkan kata sepakat. Rapat itu membahas dikeluarkannya siswi berinisial MH (18) dari sekolahnya, karena kasus pelecehan seksual bermodus grooming.

Kepala SMKN Rembang, Imam menjelaskan, pihak sekolah tidak ada niat sama sekali untuk mengeluarkan siswinya. Namun, karena memang yang bersangkutan serta orang tuanya, menyadari bahwa sang anak melakukan kesalahan.

Ia menjelaskan, sekolah memiliki aturan jika siswa yang melanggar melebihi batas poin pelanggaran, akan diberikan sanksi.

“Jika yang bersangkutan diterima kembali di sekolah, justru akan menjadi beban kepada yang bersangkutan, karena kasus ini sudah viral di kalangan anak-anak sekolah lainnya," ungkapnya.

BACA JUGA : 

Terkait Kasus Kekerasan Seksual, Komisi E DPRD Jatim Minta Pengelola SMA SPI Bantu Penegak Hukum

Payudara Diremas, Tenaga Kontrak Pemkot Malang Diduga Korban Pelecehan Seksual Oknum Pejabat

Ada Kesan Hentikan Perkara Pungli Rp 1,7 Juta di SMPN 3 Bangil, Kejari Dinilai Melempem

Cabuli Calon Bintangnya, YouTubers Asal Ngadiluwih Kediri Diringkus Polisi

Dia menuturkan, solusi untuk melindungi korban kasus grooming agar bisa tetap melanjutkan penddikan adalah, dengan pindah sekolah. Hal ini berdasarkan hasil rapat dengan dewan guru. Sedangkan salah satu pilihan sekolah untuknya adalah di SMK PGRI Rembang.

Wakil Ketua LPA Pasuruan, Danil mengatakan, keluarga korban berharap anaknya bisa diterima kembali sekolah di SMKN Rembang. Akan tetapi pihak sekolah keberatan untuk menerimanya lagi. Dengan dalih, bila yang bersangkutan tetap di sekolah asalnya, justru tidak baik bagi perkembangan mentalnya.

Upaya LPA memperjuangkan korban supaya bisa kembali sekolah akhirnya kandas, setelah upaya mediasi yang difasilitasi Komisi IV DPRD tidak ada titik temu.

"Kita akan melaporkan kasus ini ke pihak yang berwajib, karena ada unsur pembiaran anak dari pihak sekolah," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Pasuruan, Ruslan mengatakan, secara kelembagaan kasus ini memang bukan wewenang daerah, mengingat SMKN dan SMA saat ini sudah ditangani oleh Provinsi. Tetapi, kasus ini menimpa warga Pasuruan.

"Untuk itu, kita sebagai wakil rakyat Pasuruan, berhak untuk membantu warganya," tandasnya. (bib/par/zar)   

Demam Euro 2021, Warga Desa di Pasuruan Ini Kibarkan Ratusan Bendera Ukuran Raksasa
Senin, 14 Juni 2021 23:58 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Euforia sepak bola Piala Eropa atau Euro tahun 2021 menggema di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di tanah air. Warga pesisir di Kabupaten Pasuruan misalnya, mereka ikut memeriahkan perhelatan Euro 2021 dengan mema...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Selasa, 15 Juni 2021 06:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com-RUU Pajak makin ramai dan kontroversial. Tapi suara fraksi-fraksi di DPR kali ini menolak. Alias tak mendukung rencana pemerintah.Apa benar ini karena Pilpres sudah dekat? Atau karena para pimpinan parpol belum dipanggil pr...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...