Selasa, 02 Juni 2020 21:28

Tafsir Al-Kahfi 15: Allah SWT Meminta Argumen Kepada Berhala

Minggu, 10 Mei 2020 22:49 WIB
Editor: Redaksi
Tafsir Al-Kahfi 15: Allah SWT Meminta Argumen Kepada Berhala
Ilustrasi patung. foto: Klearchos Kapoutsis /Flickr.com/CC BY 2.0

Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*

15. Haaulaa-i qawmunaa ittakhadzuu min duunihi aalihatan lawlaa ya/tuuna ‘alayhim bisulthaanin bayyinin faman azhlamu mimmani iftaraa ‘alaa allaahi kadzibaan

Mereka itu kaum kami yang telah menjadikan tuhan-tuhan (untuk disembah) selain Dia. Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang jelas (tentang kepercayaan mereka)? Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah?

TAFSIR AKTUAL

Ayat sebelumnya bertutur tentang keimanan ashabul kahfi yang tangguh. Diancam hukuman mati pun tidak menurunkan tensi keimanan mereka. Lalu ayat kaji ini membandingkan dengan keyakinan wong kafir yang menyembah berhala dan semua sesembahan selain Allah SWT. Seperti orang majusi yang menyembah api, orang nasrani yang menuhankan Yesus, dan lain-lain.

Lalu Tuhan menuntut: "..law la ya'tna 'alaihim bi sulthan bayyin". (Hendaknya mereka memberi argumen yang jelas). Ada dua pemahaman tentang siapa yang diomongi ayat ini:

Pertama, para penyembah selain Allah SWT. Mereka diminta memberi alasan yang jelas, apa dasar mereka menuhankan berhala, menuhankan Yesus, api, atau apa saja. Dari mana nalarnya, kok ada manusia menyembah manusia, apalagi menyembah batu dan kayu.

Kedua, tuntutan tersebut ditujukan kepada "tuhan" selain Allah SWT yang mereka sembah. Tanyakan kepada berhala, tanyakan kepada Yesus, kepada api, dan sebangsanya: "apa alasan mereka hingga berani-beraninya menjadi tuhan yang disembah?". Kemudian, Tuhan menutup ayat pendek itu dengan tesis-Nya yang mematikan, yakni: "fa man adzlam min man iftara 'ala Allah kadziba". Semua itu akal-akalan belaka dan bohong besar yang nyata.

Dan hingga kini, mereka, baik penyembah maupun yang disembah tidak bisa memberi alasan yang masuk akal. Lebih-lebih yang disembah. Yang pasti mereka itu sangat lemah. Jika dia manusia, maka hidup sendiri saja tidak bisa, masih pakai jasa ibunya. Bahkan mempertahanan hidupnya sendiri juga tidak bisa dan dia mati, apalagi memeberi hidup orang lain. Maka al-qur'an mengajak mereka berpikir secara sehat mengenai "tuhan" yang mereka sembah, jangan emosi dan menutup mata.

*Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag adalah Mufassir, Pengasuh Rubrik Tafsir Alquran Aktual HARIAN BANGSA, dan Pengasuh Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an (MQ), Tebuireng, Jombang.

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Minggu, 31 Mei 2020 18:02 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Senin, 01 Juni 2020 12:19 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<...