Dr. KH. Husnul Khuluq. foto: jp
“Lumbung pangan ini merupakan implementasi dari cara pemerintah menjamin adanya ketersediaan pangan, kemudahan masyarakat mengakses karena bisa online dan langsung. Pemerintah juga menyiapkan pangan yang dibutuhkan masyarakat dengan sembako dan juga bantuan nontunai ke masyarakat,” tegasnya.
Pembina Pencak Silat Pagar Nusa Jawa Timur itu juga mengatakan, jika kita berpedoman pada negara yang harus berorientasi welfare (kesejahteraan), maka langkah Pemprov Jatim menghadirkan lumbung padi ini bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat, lebih-lebih pada saat sulit seperti ini.
“Kalau yang dikhawatirkan merugikan pedagang kampung, maka tentu Pemprov sudah menyiapkan langkah cerdas terkait dengan jalur distribusi, market coverage, dan support lainnya yang tidak akan merugikan pedagang kampung. Mari dengan pikiran yang jernih, teduh, obyektif, kita dukung usaha Pemprov Jatim untuk menangani Covid-19 dan dampaknya,” harapnya.
Seperti diberitakan BANGSAONLINE.com, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, telah membuka Lumbung Pangan Jatim yang berada di Jatim Expo. Penjualan bahan-bahan kebutuhan pokok dengan murah itu disediakan untuk warga terdampak pandemi Covid-19.
“Masyarakat bisa membeli keperluan rumah tangga seperti beras, gula, minyak goreng, telur ayam, frozen food, minuman, mi instan, bawang putih, dan produk lainnya. Ini disediakan untuk memenuhi kebutuhan logistik masyarakat dan lokasinya pun mudah diakses,” jelasnya.
Khofifah mengatakan stok beras saat ini sekitar 3,3 juta ton. Menurutnya ketersediaan beras masih mencukupi hingga Juni.
“Estimasi luas lahan penghasil panen beras di Jatim mencapai 433 ribu hektare, sehingga Bulog Jatim menyampaikan ketersediaan beras tercukupi,” katanya. (tim)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




