Ia menjelaskan, saat ini perputaran uang yang terjadi di toko kelontong berjalan cukup pesat. Menurutnya, jenis usaha kebutuhan dasar semacam ini akan berjalan cepat.
Terbukti, wali kota yang menjabat sebagai Presiden UCLG Aspac ini bercerita pernah memberikan modal senilai Rp 10 juta dengan uang pribadinya di salah satu pengelola toko kelontong di Surabaya.
BACA JUGA:Pemkot Surabaya Gelar Diklat Juru Parkir Berkeselamatan, 70 Peserta Ikuti Sertifikasi Profesi
āAlhasil setelah tiga bulan, perputaran uang menjadi Rp 90 juta. Sekarang sudah jadi kayak minimarket. Kalau ini berhasil, maka akan melebihi apapun,ā terang Risma.
Meskipun berat, namun ia optimis bahwa program ini akan menjadi sesuatu yang besar di kemudian hari. Terlebih, jika sudah sampai sentra PKL. Tanpa disadari Bank Jatim sudah punya e-market.










