Rabu, 27 Januari 2021 17:00

Rektor Unirow Tuban Resmi Dikukuhkan Jadi Guru Besar

Kamis, 26 Desember 2019 18:47 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Suwandi
Rektor Unirow Tuban Resmi Dikukuhkan Jadi Guru Besar
Prof. Dr. Dra. Supiana Dian Nurtjahyani, M.Kes. saat dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-2 kampus tersebut, Kamis (26/12).

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Rektor Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban, Prof. Dr. Dra. Supiana Dian Nurtjahyani, M.Kes resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-2 kampus tersebut, Kamis (26/12).

Dian, begitu sapaan akrabnya, dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Mikrobiologi.

Dalam orasi ilmiahnya, ia memaparkan tentang pendekatan biologi molekuler pada mekanisme resistensi bakteri terhadap obat. Terutama sebagai upaya peningkatan kesehatan masyarakat menuju sumber daya manusia unggul.

"Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu sehingga saya bisa meraih predikat sebagai seorang Guru Besar," ungkapnya.

Menurutnya, menyandang predikat sebagai seorang guru besar merupakan suatu amanah. Bahkan, harus dijalankan dengan sebaik mungkin. Ia juga berjanji akan menjalankan Tri Darma Perguruan Tinggi, Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, Pengabdian kepada Masyarakat, serta berbakti kepada Almamater, Nusa dan Bangsa.

"Menyandang gelar guru besar ini harus semakin banyak melayani masyarakat, serta menjalankan Tri Darma Perguruan Tinggi," terangnya.

Di tempat yang sama, Pengurus PB PGRI, Dr. Sudarto, M.Pd menjelaskan jabatan yang telah disandang oleh Prof. Dian sebagai guru besar merupakan suatu amanah yang harus benar-benar dijalankan.

"Sesudah Ibu memangku jabatan ini, saya berharap agar bisa lebih memfokuskan pada guru di Tuban. Karena saat ini perubahan yang luar bisa yang terjadi di dunia pendidikan," harapnya.

Sudarto menekankan agar pendidikan karakter lebih digalakkan. Sebab, saat ini gelar lulusan dan akreditasi tidak menjamin memperoleh kesempatan kerja.

"Intinya, pendidikan karakter harus diutamakan. Karena seperti sekarang ini, banyak anak didik ketika diberi nasihat oleh guru, malah melawan," paparnya.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Propinsi Jawa Timur Prof Dr. Soeprapto, DEA mengungkapkan jumlah guru besar atau profesor di Jawa Timur merupakan yang tertinggi di tingkat nasional. Sedangkan, jumlah profesor atau guru besar Jawa Timur ada 2,7 persen dari jumlah nasional. 

Untuk 2022 mendatang, lanjutnya, Jawa Timur dicanangkan harus sudah memiliki sebanyak 300 guru besar. Karena di Jawa Timur ada 200 perguruan tinggi.

"Pada 2019 ini saya menargetkan sebanyak 9 Guru Besar, ternyata ada 10 Guru Besar baru," paparnya. (wan/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Minggu, 17 Januari 2021 10:07 WIB
Oleh: M. Aminuddin --- Peneliti Senior Institute for Strategic and Development Studies (ISDS)--- Di awal tahun 2021 ini Kemendikbud telah merelease tekadnya untuk melanjutkan apa yang disebutnya sebagai transformasi pendidikan dan pemaju...
Sabtu, 16 Januari 2021 19:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*50. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa kaana mina aljinni fafasaqa ‘an amri rabbihi afatattakhidzuunahu wadzurriyyatahu awliyaa-a min duunii wahum lakum ‘aduwwun bi/sa lil...
Sabtu, 26 Desember 2020 12:03 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...