Kepala Kesbangpol Trenggalek Widarsono (tengah) saat Rakor penanganan konflik sosial dan kewaspadaan dini dalam rangka menciptakan Kamtibmas.
TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Menjelang Natal dan Tahun Baru, Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Trenggalek menggelar rapat koordinasi penanganan konflik sosial dan kewaspadaan dini dalam rangka menciptakan ketenteraman dan ketertiban masyarakat, Senin (23/12).
Rapat koordinasi ini digelar di Balai Benih Ikan Trenggalek. Dalam sambutannya, Widarsono selaku Kepala Kantor Kesbangpol menyampaikan 6 poin yang harus diwaspadai dalam waktu dekat ini.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Apresiasi Pramuka Jatim atas Program Bedah Rumah dan Nandur Mangrove
- Komisi IV DPRD Trenggalek: PPG Prajab dapat Prioritas Rekrutmen Guru di 2026
- Sekretariat DPRD Trenggalek Gelar MCU Bagi Seluruh Anggota Dewan
- Tingkatkan PAD, Komisi IV DPRD Kabupaten Usul Event Alun-Alun Trenggalek Digeser ke GOR Gajah Putih
Pertama, pemetaan dan inventarisasi terhadap segala permasalahan yang menonjol, utamanya menjelang natal tahun ini di kabupaten Trenggalek.
Kedua tentang ideologi. Ia meminta tetap dilakukan kewaspadaan dini terhadap gerakan kelompok radikal kiri (eks G30S/PKI) dan kelompok radikal kanan seperti halnya eks HTI, Jamaah Anshorut Syariah (JAS), Jamaah Anshorut Tauhid (JAT), Jamaah Anshorut Daulah (JAD).
"Walaupun secara organisasi tidak ada di Trenggalek, namun bukan tidak mungkin secara diam-diam pergerakan mereka sampai atau malah menyasar Trenggalek yang selama ini kondusif," ungkapnya.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




