Senin, 03 Agustus 2020 22:34

2 Kali Sekret PMII Makassar Diserang, Pelaku Lesatkan Anak Panah, PB PMII Koordinasi dengan Polri

Selasa, 19 November 2019 13:33 WIB
Editor: Revol Afkar
2 Kali Sekret PMII Makassar Diserang, Pelaku Lesatkan Anak Panah, PB PMII Koordinasi dengan Polri
Muhammad Syarif Hidayatullah, Ketua Bidang OKP PB PMII.

MAKASSAR, BANGSAONLINE.com - Hingga kini pelaku penyerangan Sekretariat PMII Makassar masih misterius. Sudah tiga hari berlalu, namun belum ada kejelasan sudah sampai di mana proses yang dilakukan oleh pihak Polrestabes Makassar.

Ketua Bidang OKP PB PMII, Muhammad Syarif Hidayatullah memberi warning kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polrestabes Makassar untuk secepatnya mengusut dan menangkap pelaku penyerangan.

Menurutnya, masalah seperti ini harus cepat diselesaikan agar masalah tidak semakin besar. Ia berjanji akan terus memantau perkembangan kasus ini.

"Saya juga mendapat laporan dari kader di Makassar bahwa ada penyerangan susulan pada hari Senin (18/11) pada pukul 16.00 WIB dan itu dilakukan di lokasi yang sama dengan membawa parang dan panah. Untung saja kader atas nama Ashari Bahar sempat menghindar di dalam rumah sehingga pelaku yang diketahui berjumlah kurang lebih 6 orang yang mencoba masuk ke sekret tidak sempat melakukan niat jahatnya. Walaupun, setelah melihat Ashari di atas atap untuk mengambil foto, mereka melesatkan anak panahnya ke arah Ashari," jelas mantan Ketua PKC PMII Sulawesi Selatan ini.

Terkait penyerangan kedua kalinya ini, Syarif juga mempertanyakan kinerja pihak kepolisian. "Tentu ini membuktikan bahwa kepolisian tidak serius. Masa iya baru sehari diserang, tiba-tiba dengan mudahnya kembali lagi melakukan penyerangan kedua kalinya, inilah yang kemudian kami anggap bahwa kepolisian tidak serius menangani kasus yang menimpa rumah besar PMII. Itu kami anggap sebuah kegagalan dalam menciptakan rasa aman, khususnya di Kota Makassar," kecam Syarif.

Apalagi, lanjut Syarif, bukti-bukti yang dibutuhkan sudah ada. Begitu juga keterangan-keterangan saksi. "Kenapa pelakunya belum juga ditangkap? Jangan membuat kami semua jadi resah, sebab ini rumah besar PMII di daerah. Apalagi sudah ada korban yang saat ini masih dirawat di RS Bhayangkara. Jika dalam waktu 3x24 jam pihak kepolisian belum bisa mengungkap pelaku penyerangan, maka saya pastikan PMII akan melakukan gerakan serentak secara nasional," tegasnya.

Ia mengaku saya sudah melakukan komunikasi dan berkoordinasi langsung dengan Kapolri. "Alhamdulillah beliau sampaikan bahwa telah menghubungi Kapolda Sulsel dan meminta agar pelaku segera diungkap," pungkasnya. (*/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 30 Juli 2020 21:34 WIB
Oleh: KH. Agoes Ali Masyhuri*Kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim yang menyerahkan dana hibah puluhan miliar rupiah kepada Tanoto dan Sampoerna Foundation membuat dua ormas besar Islam Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah kecewa dan mundur dari organi...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...