Rabu, 20 November 2019 06:16

​Terperosok ke Galian Tambang Batu Kapur Sedalam 20 Meter di Tuban, Begini Kondisi Jenazah Korban

Senin, 21 Oktober 2019 20:27 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Gunawan Wihandono
​Terperosok ke Galian Tambang Batu Kapur Sedalam 20 Meter di Tuban, Begini Kondisi Jenazah Korban
Jenazah korban dibawa ke rumah duka usai dievakuasi.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Nasib nahas menimpa Jasmani, sopir truk pengangkut batu kumbung asal Desa Tulungrejo, Kecamatan Sumberjo, Kabupaten Bojonegoro.

Pria berusia 41 tahun itu ditemukan tewas di dasar lubang tambang sedalam 20 meter yang berada di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Senin (21/10).

Peristiwa itu terjadi saat korban dan sejumlah sopir pengangkut batu kumbung lainnya tengah menunggu giliran kuli angkut memasukkan batu kumbung ke atas truk di yang parkir di sekitar lokasi kejadian.

Ketika tengah menunggu giliran, ia bermaksud untuk mengecek rute jalan yang hendak dilewati. Apesnya, korban justru terpeleset dan jatuh ke jurang. Jasmani pun tewas seketika di lokasi.

Melihat kejadian itu, sesama sopir dan para penambang batu kumbung berusaha menolong korban. "Korban ini hendak melihat jalan yang akan dilewati mas, tapi dia terpeleset," kata rekan korban Karsono (50).

Sejumlah penambangan batu kumbung dan para sopir, langsung turun ke bawah dan mengevakuasi korban dari dalam jurang setinggi 20 meter itu. Kemudian, membawanya ke rumah orang tua korban yang keberadaannya tak jauh dari lokasi Jasmani terjatuh.

"Korban kita evakuasi dan saya perkirakan Jasmani ini kurang hati-hati lalu terpeleset ke bawah," terangnya.

Dari hasil pemeriksaan medis, menunjukkan jika korban mengalami benturan yang cukup keras hingga mengakibatkan tulang rusuk korban patah dan mengenai bagian paru-paru korban.

"Kondisinya meninggal dunia dan mengalami luka patah tulang rusuk yang menancap di paru-paru, luka robek di bagian kepala, kaki sebelah kiri dan tangan," kata Kasubag Humas Polres Tuban, Iptu Suganda.

Usai melakukan pemeriksaan, jasad korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dikebumikan. Sementara atas kejadian tersebut, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam bekerja, baik sebagai penambang batu kumbung atau lainnya.

"Semoga tidak ada kejadian serupa menimpa warga Tuban, dan kami minta masyarakat tetap berhati-hati saat bekerja," pungkas Perwira Polisi berpangkat dua balok di pundaknya ini. (gun/ian)

Badai Kembali Terjang Ngawi, Panggung dan Tenda untuk Lomba Panahan di Alun-alun Porak Poranda
Sabtu, 09 November 2019 00:05 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hujan disertai angin kencang kembali memporak-porandakan Kabupaten Ngawi, Jumat (8/11) sore. Kali ini badai angin menerjang wilayah alun-alun dan sekitarnya, yang kebetulan sedang digelar lomba panahan....
Jumat, 15 November 2019 23:45 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Wisata Budaya Taneyan Lanjhang yang terletak di Dusun Buddagan I Desa Larangan Luar Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan semakin diminati wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Taneyan Lanjhang merupakan rum...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Senin, 18 November 2019 12:31 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*71. Yawma nad’uu kulla unaasin bi-imaamihim faman uutiya kitaabahu biyamiinihi faulaa-ika yaqrauuna kitaabahum walaa yuzhlamuuna fatiilaan.(Ingatlah), pada hari (ketika) Kami panggil setiap umat dengan pemimpi...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...