Selasa, 11 Agustus 2020 13:21

Gubernur Khofifah Ajak ISEI Kembangkan OPOP

Selasa, 10 September 2019 13:58 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Didi Rosadi
Gubernur Khofifah Ajak ISEI Kembangkan OPOP
Gubernur Khofifah saat menerima ISEI Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur di Ruang Kerjanya, Kantor Gubernur Jatim, Jl. Pahlawan No. 110 Surabaya, Senin (9/9). foto: ist

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Berbagai upaya terus dilakukan Pemprov Jatim dalam mengembangkan program One Pesantren One Product (OPOP). Setelah meresmikan OPOP Training Center di Universitas NU Surabaya beberapa waktu lalu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengajak Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) untuk ikut membantu mengembangkan OPOP.

Ajakan tersebut disampaikan Gubernur Khofifah saat menerima ISEI Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur di Ruang Kerjanya di Kantor Gubernur Jatim, Jl. Pahlawan No. 110 Surabaya, Senin (9/9).

Menurut Gubernur Khofifah, lebih 6.000 pesantren yang ada di Jatim merupakan potensi yang besar untuk dikembangkan sumberdaya ekonominya. Khusus OPOP, pesantren memerlukan pendampingan pemilihan produk, pengembangan keterampilan, teknologi pengolahan, penguatan modal, pendampingan serta akses pasar. Mereka memiliki kekuatan yang cukup besar untuk didorong dalam peningkatan kemandirian ekonomi sebagaimana yang dapat dilakukan oleh pesantren Sidogiri Pasuruan.

Untuk itu, dirinya berharap agar ISEI dapat membantu perluasan kemandirian ekonomi pesantren, antara lain dengan mempertemukan pihak pesantren yang memiliki produk unggulan dan andalan dengan mitra strategis yang bisa meningkatkan keterampilan, permodalan, sampai dengan pertemuan dengan para buyer. Secara khusus OPOP perlu pengembangan dalam pendampingan petik, olah, kemas, jual produk-produk yang dihasilkan pesantren.

“Bagaimana agar mereka sering disertakan mengikuti forum temu bisnis, mengikuti misi dagang, sehingga makin sering bertemu buyer sehingga update jenis produknya terus terasah sesuai kecenderungan permintaan pasar. Untuk itu, peran ISEI dalam pengembangan OPOP sangat diperlukan,” kata orang nomor satu di Jatim ini.

Dirinya mencontohkan pesantren yang mampu menghasilkan produk keripik singkong hingga 20 ton per hari. Dan produk tersebut mampu dijual ke pasar, tetapi produk tersebut masih sangat standart. Misalnya dapat diolah dengan tambahan aneka rasa cokelat, keju, strawberry, original dan sebagainya. Jika packaging-nya dapat dibantu dengan aluminium voil, sablon, atau sticker dengan desain yang bagus serta mesin perekat yang kuat, maka produknya bisa memiliki nilai tambah lebih besar.

“Petik, olah, kemas, jual, menjadi semangat dalam mengembangkan produk OPOP,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua ISEI Cabang Surabaya Koordinator Jatim Eko Purwanto mengatakan, ISEI Jatim memasuki kepengurusan periode yang baru. Dalam kepengurusan tersebut, dirinya akan melibatkan akademisi, bisnis atau pelaku usaha, dan pemerintah.

“Pada pesan Ketua Umum ISEI dikatakan bahwa ISEI tidak akan sukses kalau hanya akademisi saja, tetapi perlu melibatkan pebisnis atau pelaku usaha serta government. Representasi dari Pemprov Jatim untuk masuk kepengurusan ISEI Jatim diperlukan,” katanya.

Terkait pengembangan OPOP, dirinya pun menjelaskan, bahwa pihaknya akan ikut mendukung program OPOP di Jatim. Kebetulan di kepengurusan ISEI ada yang mengurusi kreatifitas dan pemasaran produk-produk. Sehingga fungsi ini bisa sejalan dengan program OPOP. (mdr/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Senin, 10 Agustus 2020 18:53 WIB
Oleh: M Mas'ud AdnanApollinaris Darmawan - seorang kakek – sangat rajin menghina dan memfitnah agama Islam dan Nabi Muhammad. Dari jejak digitalnya, Apollinaris yang non muslim itu kurang lebih 10 tahun menghina Islam dan juga tokoh-tokoh Islam ...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...