Jumat, 18 Oktober 2019 02:15

Penyempitan Perlintasan Kereta Api Sebidang di Jalan Nias Kota Blitar Diprotes Warga

Senin, 09 September 2019 16:09 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Akina Nur Alana
Penyempitan Perlintasan Kereta Api Sebidang di Jalan Nias Kota Blitar Diprotes Warga
Perlintasan kereta api sebidang di Jalan Nias Kota Blitar yang dipersempit oleh PT KAI.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Perlintasan kereta api sebidang di Jalan Nias Kota Blitar mendadak dipersempit oleh PT KAI. PT KAI mempersempit lintasan dengan menambahkan beton di samping kiri dan kanan serta bagian Barat dan Timur perlintasan. Akibatnya, kendaraan roda empat tidak bisa melewati perlintasan KA sebidang tersebut.

Hal ini kemudian justru menimbulkan protes dari warga setempat. Pasalnya penyempitan dilakukan secara mendadak dan tidak melalui sosialisasi terlebih dahulu.

Menurut Heri warga setempat, penyempitan perlintasan KA di Jalan Nias jelas merugikan warga. Utamanya warga yang memiliki usaha dan memakai mobil roda empat untuk mengangkut barang. Warga harus memutar beberapa kilometer karena tidak bisa melewati jalan di perlintasan kereta api. Apalagi jalan tersebut merupakan jalur yang cukup padat.

"Harusnya sosialisasi dulu, jangan langsung dipersempit seperti ini. Sebelumnya juga gak ada pemberitahuan, langsung dipersempit begitu saja," ungkap Heri warga setempat, Senin (9/9/2019).

Dikonfirmasi terkait hal ini, Manajer Humas Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko mengatakan perlintasan KA Jalan Nias dipersempit usai insiden lokomotif tertemper palang pintu dan pengaman di lokasi pada Sabtu (7/9/2019) malam. Palang pintu tersebut rusak usai ada kendaraan roda empat yang berusaha menerobos palang pintu saat ada kereta api melintas.

Meski begitu, Ixfan menegaskan PT KAI tidak menutup total perlintasan sebidang di Jalan Nias tersebut. Yang ditutup hanya akses kendaraan roda empat.

"Yang dilakukan PT KAI hanya mempersempit perlintasan sebagai tindakan agar pengendara mobil tidak bisa mengakses di perlintasan. Kami sudah sosialisasi ke Ketua RT sebelum memasang beton di lokasi. Memang ada lima warga yang memiliki mobil protes dengan tindakan kami. Kami sarankan ke mereka menyampaikan protes ke Daop," pungkas Ixfan. (ina/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 18 Oktober 2019 01:53 WIB
SITUBONDO, BANGSAONLINE.com - Komunitas Mahasiswa Generasi Bari Indonesia (GenBI) Jember melakukan penanaman terumbu karang di laut dangkal objek wisata Pasir Putih Situbondo, Kamis (17/10).Selain itu, komunitas mahasiswa penerima beasiswa Bank ...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...