Sabtu, 21 September 2019 10:35

Warga Bangkalan Tewas Terbakar di Sawah Miliknya, Baru Diketahui 7 Jam Kemudian

Minggu, 25 Agustus 2019 22:55 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Subaidah
Warga Bangkalan Tewas Terbakar di Sawah Miliknya, Baru Diketahui 7 Jam Kemudian
Petugas mengidentifikasi mayat korban.

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Matramin (75) warga Dusun Sentolan, Desa Togabung, Kec. Geger, Kab. Bangkalan tewas terbakar ketika bekerja di sawahnya, Sabtu (24/08/2019) lalu. Korban terbakar saat bekerja di sawah miliknya yang berlokasi di Dusun Tlongser, Desa Batonaong, Kec. Arosbaya, Kab. Bangkalan.

Ironisnya, Matramin baru diketahui tewas terbakar setelah 7 jam kemudian, usai sempat terjadi kebakaran daun akasia di sekitar sawah milik korban. Bahkan, kebakaran itu sempat dipadamkan oleh warga sekitar, namun tak diketahui jika korban ternyata ikut terbakar.

Dari informasi yang dihimpun, korban diketahui berangkat ke sawahnya sekitar pukul 11.00 WIB. Aktivitas korban pergi ke sawah merupakan kegiatan rutin tiap harinya.

Namun, sekitar pukul 12.00 WIB, adik korban dan warga mendengar ada kebakaran di sekitar sawah milik korban. Warga kemudian bergegas mematikan api tersebut. Api diduga membakar daun akasia yang sudah mengering. 

Kecurigaan mulai timbul, karena hingga pukul 17.30 WIB, korban tidak kunjung pulang ke rumah. Istri Matramin kemudian mencari korban di sekitar rumah, tapi tidak ditemukan. Kemudian adik korban bersama warga berinisiatif mencari korban di sekitar lokasi kebakaran tak jauh dari sawah milik korban tersebut.

Setelah dicari, benar saja ditemukan korban dalam keadaaan meninggal terbakar di area sawah. Kondisi korban mengalami luka bakar 80% di bagian kepala, leher dada, kedua belah tangan, dan kedua kaki. Sedangkan perut bagian bawah tidak mengalami luka bakar, dan tidak ditemukan ada kekerasaan pada tubuh korban.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kasubag Humas Polres Bangkalan Iptu Suyitno membernarkan. Ia mengatakan, anggota Polsek sudah mendatangi TKP, mengamankan bukti, serta memeriksa keadaan korban untuk dimintakan Visum Et Repertum (VER) namun keluarga korban menolak.

"Keluarga membuat surat pernyataan tidak akan menuntut siapa pun tentang adanya kejadian ini," singkatnya. (ida/uzi/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...