Sabtu, 21 September 2019 10:47

​Sosok Syaifullah Misterius, Polisi Kesulitan Ungkap Oknum Kemenag dalam Kasus Percepatan Haji

Selasa, 13 Agustus 2019 00:25 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Anatasia Novarina
​Sosok Syaifullah Misterius, Polisi Kesulitan Ungkap Oknum Kemenag dalam Kasus Percepatan Haji
Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Festo Ari Permana.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Syaifullah, sosok yang disebut, M Murtadji (65), tersangka kasus percepatan haji, hingga kini masih misterius. Polisi pun mengalami kesulitan mengungkap siapa saja oknum pejabat di Kementerian Agama (Kemenag), yang diduga terlibat dalam kasus ini.

Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Festo Ari Permana mengatakan, sosok Syaifullah hanya tersangka yang mengetahuinya. Sementara para korban tidak mengenal nama itu. Sehingga pengakuan tersangka yang mencatut oknum Kemenag patut dipertanyakan.

"Munculnya nama Kemenag itu dari tersangka, bahwa si Syaifullah deket sama orang Kemenag. Tapi si Syaifullah ini cuma tersangka yang tahu, itu pun dia tak muncul ke korban-korban lainnya. Bisa jadi ada, bisa jadi nggak jelas juga," tutur Festo, Senin (12/8).

Lantaran sosok Syaifullah masih misterius, kasus percepatan haji dengan korban 59 Calon Jemaah Haji (CJH) hingga saat ini masih berhenti pada tersangka tunggal. Yakni, M Murtadji, warga Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Kendati demikian, Festo menegaskan pihaknya akan terus mendalami kasus tersebut, "Masih kita dalami, kita gali semua informasi, data kita kumpulkan semua. Untuk mengarah ke Kemenag ini baru kata Syaifullah, dia nggak tahu siapa dia, alamatnya mana," lanjutnya.

Sebelumnya, kepada wartawan, Murtadji mengatakan dirinya juga ditipu oleh Syaifullah, seseorang yang mengaku dekat dengan oknum dari Kanwil Kemenag Jatim. Oknum tersebut menawarkan program khusus dari Kemenag Pusat untuk percepatan pemberangkatan haji.

Meski awalnya tak percaya, Murtadji mengaku ia akhirnya percaya. Murtadji kemudian menuruti permintaan Syaifullah untuk mendata siapa saja yang tertarik mengikuti program percepatan haji tersebut. Dengan syarat, menyetor biaya tambahan.

Belakangan, ada sekitar 59 CJH yang tertipu. Mereka sudah membayar sejumlah uang, mulai Rp 5 juta hingga Rp 35 juta agar bisa mendapat kuota pemberangkatan haji di tahun 2019 ini.

Karena gagal berangkat, puluhan korban dari berbagai daerah akhirnya melaporkan kasus penipuan ini ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim. Sang koordinator, M Murtadji, ditetapkan sebagai tersangka. (ana/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...