Rabu, 12 Agustus 2020 04:24

​Jelang Konferwil Ansor Jatim, Dukungan Mengerucut ke Gus Abid

Rabu, 10 Juli 2019 22:50 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Didi Rosadi
​Jelang Konferwil Ansor Jatim, Dukungan Mengerucut ke Gus Abid
Ketua PC GP Ansor Gresik, Agus Junaidi Hamzah (berpeci hitam) memberikan keterangan kepada wartawan. foto: DIDI ROSADI/ BANGSAONLINE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Menjelang pelaksanaan Konferensi Wilayah (Konferwil) Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur 28 Juli mendatang, dukungan mengerucut ke sosok Moh Abid Umar Faruq. Pria yang akrab disapa Gus Abid itu berpeluang besar memimpin GP Ansor Jatim untuk 4 tahun ke depan. 

Peluang ini muncul menyusul menguatnya dukungan sejumlah Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor di Jatim terhadap cucu Pengasuh Pondok Pesantren Ploso Kediri, KH Zainudin Djazuli tersebut.

Saat ini, sejumlah PC GP Ansor mulai berani terang-terangan menyampaikan dukungan ke Gus Abid. Beberapa di antaranya adalah PC GP Ansor Gresik, Kota Pasuruan, dan Banyuwangi.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Gresik, Agus Junaidi Hamzah misalnya, menyebut setidaknya ada 16 Pimpinan Anak Cabang (PAC) di bawah koordinasinya akan memilih Gus Abid pada Konferwil di Ponpes Sabilurrosyad Malang pimpinan KH Marzuki Mustamar.

Alasannya, selain punya pengalaman, Gus Abid juga dianggap punya perhatian serius terhadap perjuangan Nahdlatul Ulama (NU). Selain itu, Gus Abid juga dianggap piawai dalam mengelola organisasi secara lebih profesional dan mandiri.

“Kalau istilah kiai-kiai, jadi pimpinan di Nahdlatul Ulama (NU) maupun badan otonom itu harus punya “PKB”. Bukan nama partai lho ya. Tetapi PKB itu singkatan Pinter, Kober, Bener,” terang Agus Junaid, Rabu (10/7).

Pinter, artinya, calon ketua harus tuntas dalam proses pengkaderan. Menurut Junaid, bila seseorang memang sudah siap dicalonkan ketua GP Ansor Jatim, maka kriteria diklat dan sebagainya harus lulus dan lolos administrasi.

“Ini tentunya pinter. Mampu dalam memanaj organisasi sebesar dan semoderen Ansor Jatim,” katanya.

Kemudian kober, dalam artian ada waktu untuk mengurus organisasi. Sebab, di Jatim ada 42 PC dengan hampir 600 PAC. “Kalau ketua PW enggak punya waktu, dalam artian susah untuk mengkonsolidir PAC maupun ranting, saya kira justru akan melemahkan organisasi kita sendiri,” imbuhnya.

Terakhir, bener. Dalam berorganisasi, kader GP Ansor harus memahami kalau hari ini warga Nahdliyin ingin mengembalikan ruh organisasi ini pada pondok pesantren.

“Dan kandidat yang muncul juga sudah jelas nasab kekiaianya, kepesantrenannya. Jadi tinggal figur siapa yang layak itu sudah bisa ditebak, sudah jelas siapa yang mampu untuk memimpin Ansor Jatim ke depan,” ujar Junaid.

Gus Abid, kata Junaidi, telah memenuhi kriteria PKB tersebut, sehingga layak untuk dipilih. “Gus Abid ini insyaallah sudah PKB. Beberapa kali ketika PC Gresik ngundang juga selalu hadir. Even-even yang harus ada PW, beliau juga hadir,” dalihnya.

Soal jenjang di organisasi, Gus Abid juga bisa dibilang kader yang komplit. Mulai Komandan Satkorwil Banser Jatim, sekretaris hingga ketua PW Ansor Jatim hasil penunjukan PP.  “Ini kan sudah lengkap. Masa proses beliau ini sudah tuntas lah dalam ujian atau penempaan sebagai kader kan tuntas,” jelasnya.

“Di Satkorwil itu ada ribuan Banser yang harus dibariskan. Di sekretaris juga memanage administrasi, yang menurut PP maupun tim karteker mampu mengakomodir, memberi warna di tingkatan teman-teman PAC,” imbuhnya.

Nah, kriteria dan rapor jempolan itulah yang membuat Ansor Gresik bersama 16 PAC-nya akan memilih Gus Abid di Konferwil nanti. “Ansor Gresik sederhana saja, calonnya harus PKB. Gresik solid, satu suara, satu komando,” pungkas Agus Junaidi. (mdr/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Senin, 10 Agustus 2020 18:53 WIB
Oleh: M Mas'ud AdnanApollinaris Darmawan - seorang kakek – sangat rajin menghina dan memfitnah agama Islam dan Nabi Muhammad. Dari jejak digitalnya, Apollinaris yang non muslim itu kurang lebih 10 tahun menghina Islam dan juga tokoh-tokoh Islam ...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...