Rabu, 22 Mei 2019 18:44

Khofifah Minta Masyarakat Pahami Pentingnya Gizi Bagi Kesehatan

Jumat, 05 April 2019 21:52 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M Didi Rosadi
Khofifah Minta Masyarakat Pahami Pentingnya Gizi Bagi Kesehatan
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat memimpin Rapat Terbatas (Ratas) yang juga dihadiri Wagub Emil Dardak. Ratas itu membahas tentang peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. foto: ist

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Jatim harus diedukasi akan pentingnya gizi bagi kesehatan. Apabila asupan gizi yang diterima buruk akan berpengaruh bagi otak dan tumbuh kembang anak. Contoh kecilnya adalah masalah tinggi badan. Oleh sebab itu, pemerintah harus mem-breakdown segala upaya untuk meningkatkan kualitas asupan gizi bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat memimpin Rapat Terbatas (Ratas) membahas tentang peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (5/4).

Gubernur Khofifah menjelaskan, dengan kualitas gizi yang kurang bagus, maka secara otomatis usia harapan hidup akan menurun. Dan di Jatim sendiri, diakui kalau kondisi tersebut lebih rendah dibandingkan Jabar.

"Padahal tingkat ekonominya terus meningkat," jelasnya.

Oleh sebab itu, gubernur perempuan pertama di Jatim ini meminta kepada jajaranya bersama seluruh stakeholder untuk mencari penyebab persoalan. Salah satunya adalah masalah asupan gizi yang kurang baik.

"Ada beberapa daerah di Jatim yang asupan gizinya kurang baik. Tentunya hal ini belum sesuai harapan yang harus dicarikan solusinya," jelasnya.

Sebagian besar masyarakat, ujarnya, kekurangan gizi bukan karena faktor kemiskinan. Dari tinjauan lapangan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, sebagian besar belum teredukasi betapa pentingnya asupan gizi bagi tumbuh kembang anak.

"Masyarakat harus diberikan edukasi mana makanan yang bergizi dan mana yang tidak. Hal ini, perlu sosialisasi dan merupakan tugas bersama bukan hanya pemerintah," ujarnya.

Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan merevitalisasi Taman Posyandu dan PKK. Di mana lebih gencar dalam mensosialisasikan bahaya gizi buruk bagi anak anak. Kemudian, pemerintah juga harus menggandeng perguruan tinggi.

Sebagai contoh, Kabupaten Bangkalan menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kurang gizi yang cukup berat. Pemerintah Prov Jatim bersama Pemkab Bangkalan bisa menggandeng Universitas Trunojoyo Bangkalan untuk berupaya bersama memberikan pengertian kepada masyarakat.

Misalnya, diawali pada tahun 2019 di satu kecamatan menyosialisasikan pentingnya gizi. Sehingga, bisa dipetakan dan menjadi skala prioritas di tahun selanjutnya yang kemudian bisa diterapkan di kecamatan lainnya.

"Kenapa harus satu kecamatan dulu? Karena biar bisa lebih fokus dalam menyosialisasikannya," jelasnya.

Selanjutnya, perbaikan gizi juga dipengaruhi oleh adanya sarana jamban yang memadai di lingkungan masyarakat. Dan sampai saat ini, baru 64% rumah tangga yang sudah berjamban. Titik-titik yang belum ada jambannya sudah teridentifikasi. Sebagian besar berada di wilayah tapal kuda.

"Apa yang bisa dilakukan intervensi oleh pemerintah terkait jamban? Pemerintah bersama pemkab atau pemkot bisa bersama-sama melakukan jambanisasi," imbuhnya.

Pemerintah sendiri berencana membuat jamban komunal, di mana setiap lima mandi, cuci, kakus (MCK) terdapat satu safety tank.

"Seperti sosialisasi tentang gizi, penyediaan jamban juga difokuskan menjadi role model sehingga bisa jadi referensi bagi daerah lain," ungkapnya.

Oleh karena itu, Gubernur Khofifah mengimbau agar dalam membangun jamban, masyarakat bisa melakukannya dengan bergotong royong. "Ditargetkan lima tahun mendatang sudah 99 persen rumah tangga di Jatim memiliki jamban," tambahnya.  (mdr/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Sabtu, 18 Mei 2019 12:13 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag41. Walaqad sharrafnaa fii haadzaa alqur-aani liyadzdzakkaruu wamaa yaziiduhum illaa nufuuraanDan sungguh, dalam Al-Qur'an ini telah Kami (jelaskan) berulang-ulang (peringatan), agar mereka selalu ingat. Tetapi (p...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...