Minggu, 26 Mei 2019 19:01

Gara-gara Kecanduan Main PUBG, Lima Anak dan Remaja di Jember Menjalani Perawatan Jiwa

Kamis, 28 Maret 2019 18:22 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Indrawan
Gara-gara Kecanduan Main PUBG, Lima Anak dan Remaja di Jember Menjalani Perawatan Jiwa
Ilustrasi.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Ngetrennya permainan PUBG (Player Unknown's Battle Grounds) di smartphone mengakibatkan 5 orang anak dan remaja di Kabupaten Jember harus menjalani perawatan jiwa di RS dr. Soebandi. Kelima pasien itu mengalami perubahan sikap dan perilaku kasar, sejak mereka sering bermain games. Dilaporkan, bahwa mereka mudah marah.

Menurut Ahli Psikiater RS dr. Soebandi Jember, dokter Evy Justina, beberapa minggu belakangan ini, sudah ada 5 orang anak dan remaja yang menjalani perawatan intensif di rumah sakit dr. Soebandi akibat kecanduan games online PUBG di smartphone. Tingkah laku mereka berubah drastis. Kebanyakan anak-anak dan remaja yang mengalami gangguan perilaku.

"Trennya usia 14 tahun ke bawah. Siswa SD harusnya tidak memegang HP android," kata dokter Evy saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Kamis (28/3).

Mayoritas penggemar game PUBG ini, mengalami gangguan perilaku. “Jadi seakan-akan mereka itu ingin menjadi tokoh dalam game, hingga tidak jarang sering melakukan kekerasan terhadap orang lain seperti adik, kakak, dan anggota keluarga yang lain,” terangnya.

“Kami sempat merawat inapkan korban game PUBG ini, dikarenakan gangguan jiwanya berat. Bahkan ada yang sampai marah-marah besar, jika tidak memegang HP android meskipun sebentar. Kecanduannya sama persis ciri-cirinya dengan kecanduan obat-obatan terlarang. Kalau seperti ini cirinya, gangguan jiwa perilaku berat,” terangnya.

“Kami khawatir, jika dibiarkan dan tidak ada tindakan dari orang tua atau keluarga dekat, akan memberikan dampak semakin buruk pada si pasien. Bahkan tidak menutup kemungkinan, penggemar games PUBG ini akan melakukan tindakan kriminal. Jadi, jangan sampai ada anak umur 14 tahun ke bawah memegang HP,” jelasnya. (yud/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Minggu, 26 Mei 2019 13:06 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag42. qul law kaana ma’ahu aalihatun kamaa yaquuluuna idzan laibtaghaw ilaa dzii al’arsyi sabiilaanKatakanlah (Muhammad), “Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagai-mana yang mereka katakan, niscaya tuhan-t...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...