Rabu, 12 Agustus 2020 04:05

Kompak bersama PWI Jatim Gelar Pelatihan Wartawan Hukum

Kamis, 14 Maret 2019 22:16 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Catur Andy
Kompak bersama PWI Jatim Gelar Pelatihan Wartawan Hukum
Salah satu narasumber saat memberikan paparan.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Istilah-istilah dalam hukum memang tidak mudah. Bahkan wartawan yang biasa liputan tentang peristiwa hukum di Pengadilan, Kejaksaan, dan sebagainya pun masih kerap salah dalam beberapa istilah.

Demikian kata Aspidsus Kejati Jatim Didik Farhan saat menjadi pemateri dalam acara Pelatihan Wartawan Hukum yang digelar Komunitas Media Pengadilan dan Kejaksaan (Kompak) bersama PWI Jatim di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Kamis (14/3).

Menurutnya, kondisi itu kerap dikeluhkan beberapa jaksa dan aparat hukum lain. Tapi, Didik mengaku bisa memaklumi karena wartawan yang ditugaskan di wilayah hukum juga tidak semua basisnya sarjana hukum.

"Seperti hukuman percobaan, biasa oleh teman-teman ditulis hakim bebaskan terdakwa. Kemudian kata Pledooi kerap ditulis Pledoi, dan beberapa hal lain," ujar pria asal Bojonegoro yang juga pernah menjadi wartawan tersebut.

Bahkan, ada wartawan yang belum paham tentang hal-hal sederhana di dunia hukum. Membedakan tersangka, terdakwa, terpidana, dan sebagainya.

Selain Didik, narasumber lain dalam acara ini adalah advokat sekaligus Dosen Umsida, Ahmad Riyadh dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Jatim, Joko Tetuko.

"Wartawan yang menjalankan profesinya dengan benar tidak bisa dipidana. Meski dilaporkan ke polisi, kebanyakan mentah di pengadilan. Karena memang ini urusan pers, bukan pidana," terangnya Riyad.

Sementara Joko Tetuko, dalam kesempatan ini lebih banyak menyampaikan standar jurnalistik. Tentang bagaimana wartawan menjalankan profesinya dengan baik, dalam meliput peristiwa hukum atau sebagainya.

"Disarankan memang harus bersertifikat alias ikut uji kompetensi jurnalistik. Namun, wartawan yang belum pun, dalam menjalankan tugasnya tetap dilindungi Undang-Undang," terang wartawan senior PWI Jatim tersebut.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 120 wartawan dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan berbagai daerah lain. Bukan hanya wartawan yang biasa liputan hukum, mereka dari pos-pos liputan lain juga ikut dalam acara ini.

"Kami tidak menyangka peserta sebanyak ini. Awalnya kami rencanakan sekitar 75 orang peserta, tapi ternyata membludak. Sampai lebih dari 110 peserta," terang Budi Mulyono, Ketua Kompak di sela acara.

Pihaknya berharap, kegiatan upgrading wartawan Hukum seperti ini bisa terus dilakukan di lain waktu. Supaya, rekan-rekan wartawan bisa semakin bagus dalam menyajikan berita-berita seputar hukum kepada masyarakat. (cat/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Senin, 10 Agustus 2020 18:53 WIB
Oleh: M Mas'ud AdnanApollinaris Darmawan - seorang kakek – sangat rajin menghina dan memfitnah agama Islam dan Nabi Muhammad. Dari jejak digitalnya, Apollinaris yang non muslim itu kurang lebih 10 tahun menghina Islam dan juga tokoh-tokoh Islam ...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...