Selasa, 17 September 2019 08:31

Pasca Dilanda Banjir, Petani Dipastikan Merugi

Minggu, 10 Maret 2019 17:08 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Zainal Abidin
Pasca Dilanda Banjir, Petani Dipastikan Merugi
Tanaman padi milik petani yang terendam air.

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Air di beberapa wilayah di Ngawi yang sebelumnya terendam banjir mulai tampak surut, Minggu (10/03). Banyak warga yang juga mulai meninggalkan tenda pengungsian untuk pulang ke rumahnya masing-masing.

Namun, surutnya air ternyata juga menyisakan masalah bagi warga, utamanya bagi para petani. Pasalnya, sekitar 3.746 petani siap-siap merugi lantaran tanaman padi yang siap panen terancam membusuk. Informasi dari Dinas Pertanian (Disperta) Ngawi, ada sekitar 1.016 hektare lahan sawah terendam banjir yang tersebar di 26 desa dari 6 kecamatan.

Sedangkan, rata-rata usia tanam memasuki 80-90 hari yang tersebar di tiga kecamatan baik Kwadungan, Geneng, dan Ngawi Kota. Seperti halnya di Kwadungan, 8 desa terpaksa mempercepat masa panen.

Air memang sudah tidak merendam rumah-rumah warga, namun masih nampak menggenang di areal persawahan dan beberapa jalan desa. "Ya terpaksa kita lakukan panen, daripada membusuk karena terendam air. Yang pasti kita rugi," jelas Sukarsih, salah satu petani saat ditemui BANGSAONLINE.com.

Dilema pun dialami para petani. Sebab, setelah dipanen mereka juga kesulitan untuk menjemur padinya. Sehingga banyak para petani menjual padinya dengan harga di bawah pasaran. Hal tersebut sebagai alternatif dalam meminimalkan dari risiko kerugian yang ditanggung.

"Mau bagaimana lagi, yang penting padi laku terjual berapa pun itu," pungkas Sukarsih.

Hal yang sama terjadi di Kecamatan Geneng. Wilayah terparah ada di Desa Kasreman, yang mana hampir 200 hektare lahan sawah terendam. Padahal, wilayah ini belum memasuki masa panen dengan usia padi berkisar antara 70-80 hari.

Namun akibat hal ini, potensi gagal panen di depan mata. (nal/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...