Selasa, 23 Juli 2019 15:54

Pasca Dilanda Banjir, Petani Dipastikan Merugi

Minggu, 10 Maret 2019 17:08 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Zainal Abidin
Pasca Dilanda Banjir, Petani Dipastikan Merugi
Tanaman padi milik petani yang terendam air.

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Air di beberapa wilayah di Ngawi yang sebelumnya terendam banjir mulai tampak surut, Minggu (10/03). Banyak warga yang juga mulai meninggalkan tenda pengungsian untuk pulang ke rumahnya masing-masing.

Namun, surutnya air ternyata juga menyisakan masalah bagi warga, utamanya bagi para petani. Pasalnya, sekitar 3.746 petani siap-siap merugi lantaran tanaman padi yang siap panen terancam membusuk. Informasi dari Dinas Pertanian (Disperta) Ngawi, ada sekitar 1.016 hektare lahan sawah terendam banjir yang tersebar di 26 desa dari 6 kecamatan.

Sedangkan, rata-rata usia tanam memasuki 80-90 hari yang tersebar di tiga kecamatan baik Kwadungan, Geneng, dan Ngawi Kota. Seperti halnya di Kwadungan, 8 desa terpaksa mempercepat masa panen.

Air memang sudah tidak merendam rumah-rumah warga, namun masih nampak menggenang di areal persawahan dan beberapa jalan desa. "Ya terpaksa kita lakukan panen, daripada membusuk karena terendam air. Yang pasti kita rugi," jelas Sukarsih, salah satu petani saat ditemui BANGSAONLINE.com.

Dilema pun dialami para petani. Sebab, setelah dipanen mereka juga kesulitan untuk menjemur padinya. Sehingga banyak para petani menjual padinya dengan harga di bawah pasaran. Hal tersebut sebagai alternatif dalam meminimalkan dari risiko kerugian yang ditanggung.

"Mau bagaimana lagi, yang penting padi laku terjual berapa pun itu," pungkas Sukarsih.

Hal yang sama terjadi di Kecamatan Geneng. Wilayah terparah ada di Desa Kasreman, yang mana hampir 200 hektare lahan sawah terendam. Padahal, wilayah ini belum memasuki masa panen dengan usia padi berkisar antara 70-80 hari.

Namun akibat hal ini, potensi gagal panen di depan mata. (nal/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...