Selasa, 25 Juni 2019 19:43

Pamekasan Kembali Raih Piala Adipura

Sabtu, 12 Januari 2019 11:49 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Erry Sugianto
Pamekasan Kembali Raih Piala Adipura

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Piala Adipura hasil penilaian tahun 2018 berhasil diraih Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, untuk kategori kota kecil, Sabtu (11/01).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pamekasan Amin Jaber mengabarkan berita gembira ini setelah menerima surat dari pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk Bupati Pamekasan.

“Penghargaan Adipura ini sesuai dengan surat yang dikirim oleh pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang diberikan kepada Bupati Pamekasan,” Tutur Amin Jabir.

Surat tertanggal 8 Januari 2019 itu ditanda tangani oleh Direktur Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya yang menjadi alasan pemberian persetujuan pada 14 Januari 2019 di Auditorium Dr Soedjarwo Gedung Manggala Wanabakti Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat .

"Sementara penyerahan Piala Adipura pada tanggal 14 Januari 2019 akan diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla," ungkap dia.

Penghargaan Piala Adipura yang diterima Pemkab Pamekasan adalah hasil penilaian yang dilakukan oleh tim Kementerian Lingkungan Hidup tahun 2018. Lebih lanjut ia mengatakan jika penghargaan tersebut tidak lepas dari peran aktif semua pihak baik OPD maupun masyarakat, serta para pecinta lingkungan yang ada di Kabupaten Pamekasan.

"Dari saat penilaian sebetulnya kami sangat optimis kali ini bisa meraih penghargaan Adipura. Pamekasan, hanya gagal pada penilaian Tempat Pengelolaan Akhir (TPA). Namun sejak 2017 kita sudah menerapkan sistem sanitary landfill di TPA," ungkap Jabir bangga.

Sementara itu, Ketua Pengurus TPS 3R Kelurahan Jungcangcang Pamekasan mengatakan, Adipura yang diraih Kabupaten Pamekasan merupakan bonus dari hasil kerja keras bersama Pemerintah dan masyarakat Pamekasan.

"Namun yang terpenting adalah kecintaan kita pada lingkungandan kebersihan tetap harus kita jaga. Kalau tidak bisa membersihkan, jangan mengotori dan jika tidak bisa merawat lingkungan tolong jangan dirusak," pesan Syaifudin yang merupakan guru sampah di Pamekasan. (err/ns)

Senin, 24 Juni 2019 12:08 WIB
TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Novita Hardiny, istri dari Bupati Trenggalek Moh. Nur Arifin menegaskan kebersihan di kawasan wisata merupakan hal yang harus dijaga, baik oleh pemerintah, masyarakat, termasuk pengunjung wisata itu sendiri.Perny...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Sabtu, 22 Juni 2019 17:29 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag54. Rabbukum a’lamu bikum in yasya' yarhamkum aw in yasya' yu’adzdzibkum wamaa arsalnaaka ‘alayhim wakiilaanTuhanmu lebih mengetahui tentang kamu. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia akan memberi rahmat kepad...
Sabtu, 22 Juni 2019 13:55 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...