Sabtu, 04 April 2020 05:32

​Ribuan Pelamar CPNS di Pamekasan Tak Capai Passing Grade

Rabu, 14 November 2018 21:15 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Erry Sugianto
​Ribuan Pelamar CPNS di Pamekasan Tak Capai Passing Grade
Ilustrasi.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Ribuan pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Pamekasan, tidak mencapai Passing Grade atau ambang batas nilai Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang telah ditetapkan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas).

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pamekasan, Lukman Hedi Mahdia, mengungkapkan dari total 8.632 peserta tes hanya 162 yang lolos. Sedangkan kuota CPNS di Pamekasan sendiri sebanyak 340 orang.

"Mengingat banyak sekali peserta yang tidak mencapai nilai yang ditentukan, kami berharap ada kebijakan baru dari pemerintah pusat terkait masalah ini. Apakah passing grade-nya diturunkan atau nilai peserta yang paling tinggi langsung dimasukkan," harapnya, Rabu (14/11).

Lukman menambahkan minimnya peserta yang lolos tes SKD yang digelar mulai tanggal 27 Oktober sampai 13 November itu bukan hanya terjadi di Pamekasan tetapi terjadi di daerah lain.

“Hasil dari tes para peserta kami pasrahkan ke Panselnas, biar Panselnas yang menentukan. Karena pemerintah daerah hanya sebagai penyelenggara saja,” pungkasnya.

Sedangkan salah satu anggota komisi IV DPRD Kabupaten Pamekasan Syamsuri memberikan angin surga karena menurutnya peserta yang tidak lolos bisa ikut seleksi pada tahun 2019 mendatang.

"Hal ini memang dilema, sedangkan di Pamekasan sendiri kaota penerimaan CPNS adalah tenaga pendidikan dan kesehatan," ungkapnya.

Menurut Syamsuri dari hasil kunjungan komisi IV ke DPR RI pada Senin lalu, pemerintah pusat disarankan untuk tetap mengakomodir peserta yang tidak lolos tahap awal. Saran tersebut muncul berkaitan dengan soal-soal yang ditengarai terlalu sulit untuk dijawab.

Ia melanjutkan, Komisi DPRD Kabupaten Pamekasan masih akan melakukan koordinasi dengan pusat terkait banyaknya para pelamar yang tidak lolos SKD. Pihaknya menyoroti nilai ambang batas yang terlalu tinggi serta soal-soal yang diberikan justru jauh dari bidang yang ditekuni para pelamar.

"Yang tidak lolos SKD itu belum tentu tidak berkualitas, karena justru banyak soal yang memang tidak sesuai dengan bidangnya. Semisal soal matematika yang diberikan pada jurusan PAI," pungkasnya. (err/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 28 Maret 2020 14:13 WIB
Oleh: M Cholil NafisSaat saya wawancara di TV atau radio banyak pertanyaan tentang hadits yang menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan jum’atan tiga kali berturut-turut jadi keras hatinya bahkan ada yang menyebut kafir dan wajib bersyahadat kemba...
Sabtu, 28 Maret 2020 23:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*85. Wayas-aluunaka ‘ani alrruuhi quli alrruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum mina al’ilmi illaa qaliilaan.Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku,...
Jumat, 20 Maret 2020 00:31 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...