Jumat, 15 November 2019 11:37

​Ribuan Pelamar CPNS di Pamekasan Tak Capai Passing Grade

Rabu, 14 November 2018 21:15 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Erry Sugianto
​Ribuan Pelamar CPNS di Pamekasan Tak Capai Passing Grade
Ilustrasi.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Ribuan pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Pamekasan, tidak mencapai Passing Grade atau ambang batas nilai Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang telah ditetapkan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas).

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pamekasan, Lukman Hedi Mahdia, mengungkapkan dari total 8.632 peserta tes hanya 162 yang lolos. Sedangkan kuota CPNS di Pamekasan sendiri sebanyak 340 orang.

"Mengingat banyak sekali peserta yang tidak mencapai nilai yang ditentukan, kami berharap ada kebijakan baru dari pemerintah pusat terkait masalah ini. Apakah passing grade-nya diturunkan atau nilai peserta yang paling tinggi langsung dimasukkan," harapnya, Rabu (14/11).

Lukman menambahkan minimnya peserta yang lolos tes SKD yang digelar mulai tanggal 27 Oktober sampai 13 November itu bukan hanya terjadi di Pamekasan tetapi terjadi di daerah lain.

“Hasil dari tes para peserta kami pasrahkan ke Panselnas, biar Panselnas yang menentukan. Karena pemerintah daerah hanya sebagai penyelenggara saja,” pungkasnya.

Sedangkan salah satu anggota komisi IV DPRD Kabupaten Pamekasan Syamsuri memberikan angin surga karena menurutnya peserta yang tidak lolos bisa ikut seleksi pada tahun 2019 mendatang.

"Hal ini memang dilema, sedangkan di Pamekasan sendiri kaota penerimaan CPNS adalah tenaga pendidikan dan kesehatan," ungkapnya.

Menurut Syamsuri dari hasil kunjungan komisi IV ke DPR RI pada Senin lalu, pemerintah pusat disarankan untuk tetap mengakomodir peserta yang tidak lolos tahap awal. Saran tersebut muncul berkaitan dengan soal-soal yang ditengarai terlalu sulit untuk dijawab.

Ia melanjutkan, Komisi DPRD Kabupaten Pamekasan masih akan melakukan koordinasi dengan pusat terkait banyaknya para pelamar yang tidak lolos SKD. Pihaknya menyoroti nilai ambang batas yang terlalu tinggi serta soal-soal yang diberikan justru jauh dari bidang yang ditekuni para pelamar.

"Yang tidak lolos SKD itu belum tentu tidak berkualitas, karena justru banyak soal yang memang tidak sesuai dengan bidangnya. Semisal soal matematika yang diberikan pada jurusan PAI," pungkasnya. (err/ian)

Badai Kembali Terjang Ngawi, Panggung dan Tenda untuk Lomba Panahan di Alun-alun Porak Poranda
Sabtu, 09 November 2019 00:05 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hujan disertai angin kencang kembali memporak-porandakan Kabupaten Ngawi, Jumat (8/11) sore. Kali ini badai angin menerjang wilayah alun-alun dan sekitarnya, yang kebetulan sedang digelar lomba panahan....
Selasa, 05 November 2019 19:40 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Taman Mozaik yang berada di Jalan Wiyung Praja Surabaya ini menambah rentetan panjang destinasi wisata taman aktif di Surabaya. Lahan yang sebelumnya rawa-rawa itu disulap Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjadi taman y...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Kamis, 14 November 2019 13:45 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...