Kamis, 24 Januari 2019 08:22

Para Pejabat Pemkab Pamekasan Bangga Pakai Baju Pesak dan Odeng Khas Madura

Jumat, 02 November 2018 19:01 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Erri Sugianto
Para Pejabat Pemkab Pamekasan Bangga Pakai Baju Pesak dan Odeng Khas Madura
Para pejabat pemkab Pamekasan merasa bangga dengan mengenakan baju khas Madura.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Ada nuansa lain saat Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, memperingati Hari Jadinya ke-488 tahun 2018. Terutama di lingkungan Pemkab bumi gerbang salam ini.

Para anggota Forkopimda, pejabat OPD, hingga para staf dengan gagahnya menjalankan kewajibannya melayani masyarakat Pamekasan dengan mengenakan pakaian khas Madura tersebut.

Mereka berpakaian pesak dan di dalam mengenakan kaos bergaris merah-putih dipadu dengan celana gomboran serta Odeng di kepala. Sedangkan para wanitanya memakai pakaian Marlena (kebaya dan jarik) yang menambah keanggunan mereka.

Bupati Pamekasan yang baru dilantik, Badrut Tamam membuat terobosan dengan mewajibkan dalam tiga hari kerja untuk memakai baju adat setelan Pesa', kaos merah-putih, gomboran dan odeng Madura.

Bahkan Bupati Badrut Tamam saat menerima penghargaan Pamekasan sebagai kabupaten Layak Pemuda dari Kemenpora di Jakarta dengan bangganya memakai baju pesak dipadu kaos merah putih dan gomboran dengan odengnya.

"Setelah semua OPD, pejabat pemerintah, sipil dan staf membeli dan memakai baju pesak tersebut. Alhamdulillah banyak penjual pakaian adat Madura chat ke saya menyampaikan terima kasih, karena barang dagangan mereka kehabisan stok," tutur Badrut yang sangat bangga memakai pakaian pesak dan batik asli Pamekasan tersebut, Jum'at (02/11).

"Bagaimana? Saya kelihatan gagah kalau pakaian seperti ini," ujar salah satu kepala OPD dengan bangga. Namun sayang ia enggan disebutkan namanya di media.

Pakaian pesak dengan warna hitam melambangkan sikap gagah dan pantang menyerah yang tentunya merupakan sifat kerja khas dari rakyat madura. 

Sedangkan bajunya yang serba longgar melambangkan kebebasan dan keterbukaan orang madura. Dan bentuk bajunya yang sederhana melambangkan kesederhanaan, yang tentunya bukan hanya pakaiannya saja tetapi penerapannya dalam melayani masyarakat.

Sebelumnya saat memperingati Hari Santi Nasioanal pada (22/10) Bupati juga mewajibkan seluruh pejabat OPD dan para staf untuk memakai sarung dengan pakaian batik khas pamekasan selama tiga hari kerja. (err/dur)

BERITA VIDEO: Tuntut Pilpres 2019 Ada Calon Independen, Inilah Sosok yang Diusung "Tikus Pithi"
Kamis, 03 Januari 2019 13:53 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Tikus Pithi, kelompok massa yang menggelar demo di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ngawi, Kamis (3/1) menuntut agar di Pilpres 2019 kali ini ada calon independen, alias nonparpol.Saifuddin, Korlap Tikus Pithi Ka...
Jumat, 28 Desember 2018 23:10 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Kampung Toronan Semalam yang berada di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Madura memiliki keindahan tersendiri yang bisa dinikmati para wisatawan. Kampung ini cukup unik lantaran bunga Sakura yang kerap...
Suparto Wijoyo
Rabu, 23 Januari 2019 10:48 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAMPAI saat ini masih banyak pihak yang meramaikan debat capres-cawapres 17 Januari 2019 sambil menanti hadirnya agenda serupa 17 Februari 2019. Debat itu seolah tidak lapuk oleh hujan nan tiada kering oleh panas, seterik ap...
Sabtu, 19 Januari 2019 12:37 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.AgAl-Isra': 20-22 20. kullan numiddu haaulaa-i wahaaulaa-i min ‘athaa-i rabbika wamaa kaana ‘athaau rabbika mahtsuuraanKepada masing-masing (golongan), baik (golongan) ini (yang menginginkan dunia) maupun (gol...
Sabtu, 10 November 2018 10:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...