Minggu, 24 Maret 2019 02:27

Para Pejabat Pemkab Pamekasan Bangga Pakai Baju Pesak dan Odeng Khas Madura

Jumat, 02 November 2018 19:01 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Erri Sugianto
Para Pejabat Pemkab Pamekasan Bangga Pakai Baju Pesak dan Odeng Khas Madura
Para pejabat pemkab Pamekasan merasa bangga dengan mengenakan baju khas Madura.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Ada nuansa lain saat Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, memperingati Hari Jadinya ke-488 tahun 2018. Terutama di lingkungan Pemkab bumi gerbang salam ini.

Para anggota Forkopimda, pejabat OPD, hingga para staf dengan gagahnya menjalankan kewajibannya melayani masyarakat Pamekasan dengan mengenakan pakaian khas Madura tersebut.

Mereka berpakaian pesak dan di dalam mengenakan kaos bergaris merah-putih dipadu dengan celana gomboran serta Odeng di kepala. Sedangkan para wanitanya memakai pakaian Marlena (kebaya dan jarik) yang menambah keanggunan mereka.

Bupati Pamekasan yang baru dilantik, Badrut Tamam membuat terobosan dengan mewajibkan dalam tiga hari kerja untuk memakai baju adat setelan Pesa', kaos merah-putih, gomboran dan odeng Madura.

Bahkan Bupati Badrut Tamam saat menerima penghargaan Pamekasan sebagai kabupaten Layak Pemuda dari Kemenpora di Jakarta dengan bangganya memakai baju pesak dipadu kaos merah putih dan gomboran dengan odengnya.

"Setelah semua OPD, pejabat pemerintah, sipil dan staf membeli dan memakai baju pesak tersebut. Alhamdulillah banyak penjual pakaian adat Madura chat ke saya menyampaikan terima kasih, karena barang dagangan mereka kehabisan stok," tutur Badrut yang sangat bangga memakai pakaian pesak dan batik asli Pamekasan tersebut, Jum'at (02/11).

"Bagaimana? Saya kelihatan gagah kalau pakaian seperti ini," ujar salah satu kepala OPD dengan bangga. Namun sayang ia enggan disebutkan namanya di media.

Pakaian pesak dengan warna hitam melambangkan sikap gagah dan pantang menyerah yang tentunya merupakan sifat kerja khas dari rakyat madura. 

Sedangkan bajunya yang serba longgar melambangkan kebebasan dan keterbukaan orang madura. Dan bentuk bajunya yang sederhana melambangkan kesederhanaan, yang tentunya bukan hanya pakaiannya saja tetapi penerapannya dalam melayani masyarakat.

Sebelumnya saat memperingati Hari Santi Nasioanal pada (22/10) Bupati juga mewajibkan seluruh pejabat OPD dan para staf untuk memakai sarung dengan pakaian batik khas pamekasan selama tiga hari kerja. (err/dur)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 19 Februari 2019 16:59 WIB
BANGSAONLINE.com - Februari udah mau abis aja nih... Saygon Waterpark punya banyak banget promo menarik buat kalian di bulan Februari ini. Ayo... jangan sampai ketinggalan ya...1. Romantic Moment, Berdua Lebih HematBuat kalian yang dateng berdua sama...
H. Suparto Wijoyo
Rabu, 20 Maret 2019 10:57 WIB
Oleh: H. Suparto Wijoyo*PAPUA menghadirkan duka pada saat yang nyaris setarikan nafas panjang atas tragedi yang menimpa Jamaah shalat Jumat di Masjid An Noor, Christchurch, Selandia Baru, Jumat 15 Maret 2019. 49 orang tewas akibat pemberondongan...
Sabtu, 23 Maret 2019 12:18 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag29. Walaa taj’al yadaka maghluulatan ilaa ‘unuqika walaa tabsuthhaa kulla albasthi fataq’uda maluuman mahsuuraanDan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengul...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...