Rabu, 21 November 2018 09:55

Para Pejabat Pemkab Pamekasan Bangga Pakai Baju Pesak dan Odeng Khas Madura

Jumat, 02 November 2018 19:01 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Erri Sugianto
Para Pejabat Pemkab Pamekasan Bangga Pakai Baju Pesak dan Odeng Khas Madura
Para pejabat pemkab Pamekasan merasa bangga dengan mengenakan baju khas Madura.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Ada nuansa lain saat Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, memperingati Hari Jadinya ke-488 tahun 2018. Terutama di lingkungan Pemkab bumi gerbang salam ini.

Para anggota Forkopimda, pejabat OPD, hingga para staf dengan gagahnya menjalankan kewajibannya melayani masyarakat Pamekasan dengan mengenakan pakaian khas Madura tersebut.

Mereka berpakaian pesak dan di dalam mengenakan kaos bergaris merah-putih dipadu dengan celana gomboran serta Odeng di kepala. Sedangkan para wanitanya memakai pakaian Marlena (kebaya dan jarik) yang menambah keanggunan mereka.

Bupati Pamekasan yang baru dilantik, Badrut Tamam membuat terobosan dengan mewajibkan dalam tiga hari kerja untuk memakai baju adat setelan Pesa', kaos merah-putih, gomboran dan odeng Madura.

Bahkan Bupati Badrut Tamam saat menerima penghargaan Pamekasan sebagai kabupaten Layak Pemuda dari Kemenpora di Jakarta dengan bangganya memakai baju pesak dipadu kaos merah putih dan gomboran dengan odengnya.

"Setelah semua OPD, pejabat pemerintah, sipil dan staf membeli dan memakai baju pesak tersebut. Alhamdulillah banyak penjual pakaian adat Madura chat ke saya menyampaikan terima kasih, karena barang dagangan mereka kehabisan stok," tutur Badrut yang sangat bangga memakai pakaian pesak dan batik asli Pamekasan tersebut, Jum'at (02/11).

"Bagaimana? Saya kelihatan gagah kalau pakaian seperti ini," ujar salah satu kepala OPD dengan bangga. Namun sayang ia enggan disebutkan namanya di media.

Pakaian pesak dengan warna hitam melambangkan sikap gagah dan pantang menyerah yang tentunya merupakan sifat kerja khas dari rakyat madura. 

Sedangkan bajunya yang serba longgar melambangkan kebebasan dan keterbukaan orang madura. Dan bentuk bajunya yang sederhana melambangkan kesederhanaan, yang tentunya bukan hanya pakaiannya saja tetapi penerapannya dalam melayani masyarakat.

Sebelumnya saat memperingati Hari Santi Nasioanal pada (22/10) Bupati juga mewajibkan seluruh pejabat OPD dan para staf untuk memakai sarung dengan pakaian batik khas pamekasan selama tiga hari kerja. (err/dur)

Rabu, 14 November 2018 00:10 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SUASANA khusuk menyelimuti Jumat malam 9 November 2018 di lorong-lorong kampung, di ruas-ruas musholla, di beranda-beranda langgar, di ruang-ruang masjid, surau ataupun gardu desa. Rakyat membaca doa dengan selingan renungan tent...
Senin, 19 November 2018 11:17 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Waja’alnaa allayla waalnnahaara aayatayni famahawnaa aayata allayli waja’alnaa aayata alnnahaari mubshiratan litabtaghuu fadhlan min rabbikum walita’lamuu ‘adada alssiniina waalhisaaba...
Sabtu, 10 November 2018 10:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Selasa, 06 November 2018 22:28 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - Dua tahun terakhir Kabupaten Madiun mendapatkan penghargaan Anugerah Wisata Tingkat Provinsi Jawa Timur. Pertama anugerah wisata buatan terbaik provinsi diraih Taman Wisata Madiun Umbul Square tahun 2017, menyusul kemudian ...