Kamis, 22 Agustus 2019 21:22

Para Pejabat Pemkab Pamekasan Bangga Pakai Baju Pesak dan Odeng Khas Madura

Jumat, 02 November 2018 19:01 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Erri Sugianto
Para Pejabat Pemkab Pamekasan Bangga Pakai Baju Pesak dan Odeng Khas Madura
Para pejabat pemkab Pamekasan merasa bangga dengan mengenakan baju khas Madura.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Ada nuansa lain saat Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, memperingati Hari Jadinya ke-488 tahun 2018. Terutama di lingkungan Pemkab bumi gerbang salam ini.

Para anggota Forkopimda, pejabat OPD, hingga para staf dengan gagahnya menjalankan kewajibannya melayani masyarakat Pamekasan dengan mengenakan pakaian khas Madura tersebut.

Mereka berpakaian pesak dan di dalam mengenakan kaos bergaris merah-putih dipadu dengan celana gomboran serta Odeng di kepala. Sedangkan para wanitanya memakai pakaian Marlena (kebaya dan jarik) yang menambah keanggunan mereka.

Bupati Pamekasan yang baru dilantik, Badrut Tamam membuat terobosan dengan mewajibkan dalam tiga hari kerja untuk memakai baju adat setelan Pesa', kaos merah-putih, gomboran dan odeng Madura.

Bahkan Bupati Badrut Tamam saat menerima penghargaan Pamekasan sebagai kabupaten Layak Pemuda dari Kemenpora di Jakarta dengan bangganya memakai baju pesak dipadu kaos merah putih dan gomboran dengan odengnya.

"Setelah semua OPD, pejabat pemerintah, sipil dan staf membeli dan memakai baju pesak tersebut. Alhamdulillah banyak penjual pakaian adat Madura chat ke saya menyampaikan terima kasih, karena barang dagangan mereka kehabisan stok," tutur Badrut yang sangat bangga memakai pakaian pesak dan batik asli Pamekasan tersebut, Jum'at (02/11).

"Bagaimana? Saya kelihatan gagah kalau pakaian seperti ini," ujar salah satu kepala OPD dengan bangga. Namun sayang ia enggan disebutkan namanya di media.

Pakaian pesak dengan warna hitam melambangkan sikap gagah dan pantang menyerah yang tentunya merupakan sifat kerja khas dari rakyat madura. 

Sedangkan bajunya yang serba longgar melambangkan kebebasan dan keterbukaan orang madura. Dan bentuk bajunya yang sederhana melambangkan kesederhanaan, yang tentunya bukan hanya pakaiannya saja tetapi penerapannya dalam melayani masyarakat.

Sebelumnya saat memperingati Hari Santi Nasioanal pada (22/10) Bupati juga mewajibkan seluruh pejabat OPD dan para staf untuk memakai sarung dengan pakaian batik khas pamekasan selama tiga hari kerja. (err/dur)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Rabu, 21 Agustus 2019 17:27 WIB
BANGSAONLINE.com - Destinasi wisata di Indonesia tidak hanya Bali, Lombok, ataupun Jogjakarta. Masih banyak destinasi wisata lain dengan panorama yang tidak kalah indah, salah satunya adalah Lampung. Letaknya yang berada di ujung Pulau Sumate...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...