Sementara itu, Menhub Budi Karya Sumadi menjelaskan, tujuan kedatangannya adalah untuk mengecek beberapa pelabuhan di Jatim. Apalagi, Jatim menjadi provinsi pengubung di wilayah Indonesia bagian timur.
“Kita lihat pattern-nya seperti apa, pelabuhan dan kapalnya seperti apa agar lebih efisien,” katanya.
Selain itu, ia juga ingin melihat bagaimana mengefisienkan pengiriman barang ke Indonesia bagian timur, terutama dari Jatim. Apalagi Jatim memiliki Kantor Perwakilan Dagang (KPD) di beberapa provinsi yang bisa membantu pendistribusian barang.
“Misalnya dari Surabaya ke Pelabuhan Lembar di Lombok dalam satu kapal Ro-Ro lebih efisien, maka akan kita efektifkan sehingga dari Surabaya ke Lembar tidak perlu lewat Bali,” jelasnya.
Terkait rencana pengoperasian kapal Ro-Ro dari Surabaya ke Jakarta, Menhub akan menugaskan Indonesian National Shipowner's Association (INSA) dan Kepala Dishub Provinsi Jatim untuk melihat struktur biayanya.
“Ro-Ro bisa kompetitif atau tidak tentunya kami akan lihat cost nya di Jakarta dan Surabaya seperti apa termasuk pelabuhan dan pajaknya. Sekarang kena PPN 10 persen, sementara truk yang lewat jalan tol tidak dikenakan PPN. Bila pelabuhan ini mahal bisa diganti ke pelabuhan lain,” pungkasnya. (ian/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




