Kamis, 04 Juni 2020 22:09

Seni Ketoprak Bukan Sekadar Hiburan

Selasa, 24 Juli 2018 00:04 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Hendro Utomo
Seni Ketoprak Bukan Sekadar Hiburan
Pagelaran ketoprak dengan lakon‘Pangeran Sentiko’ dimainkan oleh seniman Kota Madiun.

MADIUN, BANGSAONLINE.com - Budaya menjadi salah satu media pemersatu bangsa. Harus selalu dijaga.

Karena itu, Kota Madiun sengaja menggelar berbagai seni-budaya dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-100 tahun ini. Salah satunya, pagelaran seni ketoprak di Kelurahan Josenan, Minggu (22/7/2018) malam. Tujuannya sama, guna melestarikan kebudayaan daerah.

‘’Ini merupakan wujud syukur Bangsa Indonesia dan Kota Madiun, khususnya, memiliki beraneka seni budaya. Salah satu bentuk mensyukurinya dengan terus melestarikan seperti ini,’’ kata Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Madiun Agus Purwowidagdo.

Ketoprak dengan cerita ‘Pangeran Sentiko’ tersebut sengaja menggunakan pemain dari warga Kota Madiun. Artinya, Kota Madiun juga banyak memiliki seniman. Terutama seniman ketoprak. Lakon yang dibawakan juga tak jauh dari cerita Kota Madiun.

Cerita berawal dari peristiwa palihan nagari pada 13 Februari 1755 lalu. Keraton Mataram di Surakarta pecah menjadi dua. Yakni, Surakarta dan Ngayogyakarta. Ini berdampak pada sebagian pemerintahan Kerajaan Mataram, termasuk Kabupaten Madiun yang saat itu dipimpin Bupati Mangkudipuro.

Bupati Madiun ini dianggap kurang loyal di bawah kekuasaan Kasultanan Ngayogyakarta. Kedudukan Pangeran Mangkudipuro lantas digeser ke Kabupaten Caruban. Pangeran Sentika yang tak lain ipar Sultan Hamengku Buwana ditunjuk sebagai penggantinya. Pangeran Sentika ini bernama Pangeran Mangkubumi sebelumnya.

‘’Ketoprak bukan hanya hiburan. Tetapi juga pengingat sejarah sebagai pembelajaran bagi semua,’’ ujarnya.

Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto menyebut Ketoprak bukan sekadar seni seperti drama di televisi. Pagelaran merupakan suatu wujud inovasi dan kreativitas. Pemerintah Kota Madiun melalui stakeholder terkait memfasilitasi kreativitas tersebut agar dapat dinikmati.

‘’Pagelaran ketoprak bukan saja sebagai tontonan. Tetapi harus disimak dengan sungguh-sungguh karena mengandung pitutur luhur yang merupakan fakta dan bukti kehidupan masa dahulu dan bagian dari masa sekarang,’’ tuturnya.

Banyak kegiatan seni-budaya dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Madiun. Selain Ketoprak, pagelaran Wayang Orang juga bakal tersaji, Senin (23/7/2018) malam ini. Pagelaran wayang bakal berlangsung di lapangan Kelurahan Nambangan Kidul Kecamatan Manguharjo. Sementara di Kecamatan Kartoharjo tepatnya di lapangan Kanigoro bakal dilaksanakan theater seni tradisi, Selasa (24/7/2018).

Pemkot juga masih memiliki sejumlah agenda kegiatan lain. Di antaranya, festival seni pencak silat di Gor Wilis pada 25 sampai 27 Juli nanti. Festival ini bakal diikuti 38 kabupaten dan kota se-Jawa Timur. Puncaknya, Pemkot bakal menggelar seni wayang kulit dengan lima dalang dan 100 waranggono serta wirasworo di Alun-alun, Sabtu (28/7/2018) mendatang. (hen/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Selasa, 02 Juni 2020 23:45 WIB
Oleh: M. Cholil NafisItulah kemudahan ajaran Islam. Kalau bisa dipermudah mengapa dipersulit, (yassiru wa la tu’assiru). Demikian prinsip ajaran Islam yang beradaptasi dengan kondisi dan zaman. Begitu juga soal pelaksanaan ibadah haji yang meny...
Minggu, 31 Mei 2020 18:02 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Rabu, 03 Juni 2020 11:08 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <...