Kamis, 21 Februari 2019 11:54

Seni Ketoprak Bukan Sekadar Hiburan

Selasa, 24 Juli 2018 00:04 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Hendro Utomo
Seni Ketoprak Bukan Sekadar Hiburan
Pagelaran ketoprak dengan lakon‘Pangeran Sentiko’ dimainkan oleh seniman Kota Madiun.

MADIUN, BANGSAONLINE.com - Budaya menjadi salah satu media pemersatu bangsa. Harus selalu dijaga.

Karena itu, Kota Madiun sengaja menggelar berbagai seni-budaya dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-100 tahun ini. Salah satunya, pagelaran seni ketoprak di Kelurahan Josenan, Minggu (22/7/2018) malam. Tujuannya sama, guna melestarikan kebudayaan daerah.

‘’Ini merupakan wujud syukur Bangsa Indonesia dan Kota Madiun, khususnya, memiliki beraneka seni budaya. Salah satu bentuk mensyukurinya dengan terus melestarikan seperti ini,’’ kata Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Madiun Agus Purwowidagdo.

Ketoprak dengan cerita ‘Pangeran Sentiko’ tersebut sengaja menggunakan pemain dari warga Kota Madiun. Artinya, Kota Madiun juga banyak memiliki seniman. Terutama seniman ketoprak. Lakon yang dibawakan juga tak jauh dari cerita Kota Madiun.

Cerita berawal dari peristiwa palihan nagari pada 13 Februari 1755 lalu. Keraton Mataram di Surakarta pecah menjadi dua. Yakni, Surakarta dan Ngayogyakarta. Ini berdampak pada sebagian pemerintahan Kerajaan Mataram, termasuk Kabupaten Madiun yang saat itu dipimpin Bupati Mangkudipuro.

Bupati Madiun ini dianggap kurang loyal di bawah kekuasaan Kasultanan Ngayogyakarta. Kedudukan Pangeran Mangkudipuro lantas digeser ke Kabupaten Caruban. Pangeran Sentika yang tak lain ipar Sultan Hamengku Buwana ditunjuk sebagai penggantinya. Pangeran Sentika ini bernama Pangeran Mangkubumi sebelumnya.

‘’Ketoprak bukan hanya hiburan. Tetapi juga pengingat sejarah sebagai pembelajaran bagi semua,’’ ujarnya.

Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto menyebut Ketoprak bukan sekadar seni seperti drama di televisi. Pagelaran merupakan suatu wujud inovasi dan kreativitas. Pemerintah Kota Madiun melalui stakeholder terkait memfasilitasi kreativitas tersebut agar dapat dinikmati.

‘’Pagelaran ketoprak bukan saja sebagai tontonan. Tetapi harus disimak dengan sungguh-sungguh karena mengandung pitutur luhur yang merupakan fakta dan bukti kehidupan masa dahulu dan bagian dari masa sekarang,’’ tuturnya.

Banyak kegiatan seni-budaya dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Madiun. Selain Ketoprak, pagelaran Wayang Orang juga bakal tersaji, Senin (23/7/2018) malam ini. Pagelaran wayang bakal berlangsung di lapangan Kelurahan Nambangan Kidul Kecamatan Manguharjo. Sementara di Kecamatan Kartoharjo tepatnya di lapangan Kanigoro bakal dilaksanakan theater seni tradisi, Selasa (24/7/2018).

Pemkot juga masih memiliki sejumlah agenda kegiatan lain. Di antaranya, festival seni pencak silat di Gor Wilis pada 25 sampai 27 Juli nanti. Festival ini bakal diikuti 38 kabupaten dan kota se-Jawa Timur. Puncaknya, Pemkot bakal menggelar seni wayang kulit dengan lima dalang dan 100 waranggono serta wirasworo di Alun-alun, Sabtu (28/7/2018) mendatang. (hen/rev)

Tim PSC Dinkes Pacitan Siaga 24 Jam, Apa Saja Tugasnya?
Jumat, 01 Februari 2019 06:27 WIB
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan mempunyai tim public safety center (PSC) yang siaga 24 jam dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Apa saja tugas tim ini? Simak video berikut.
Selasa, 19 Februari 2019 16:59 WIB
BANGSAONLINE.com - Februari udah mau abis aja nih... Saygon Waterpark punya banyak banget promo menarik buat kalian di bulan Februari ini. Ayo... jangan sampai ketinggalan ya...1. Romantic Moment, Berdua Lebih HematBuat kalian yang dateng berdua sama...
Suparto Wijoyo
Rabu, 20 Februari 2019 12:01 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DEBAT capres kedua telah digelar dengan segala kehormatannya pada 17 Februari 2019. Riuh tepuk tangan dan sorakan terdengar di setiap kerumunan sebagai lahan hiburan politik yang sangat komunalistik. Saya sendiri menepikan dir...
Sabtu, 16 Februari 2019 11:20 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.AgAl-Isra': 24وَاخْفِضْلَهُمَاجَنَاحَالذُّلِّمِنَالرَّحْمَةِوَقُلْرَّبِّارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيٰنِيْصَغِيْرًاۗWaikhfidh...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...