Bentuk Posyandu Jiwa untuk ODGJ, Liana: Jangan Pernah Panggil Gila

Dengan timnya, Liana pun mulai mengekspansi programnya: membentuk kader jiwa tiap desa. Awalnya, hanya tiga orang tiap desa. Kini, kader itu menjadi lima orang di tiap desa. Sementara wilayah kerja Puskesmas Dongko, ada lima desa. Total kader jiwa; 25 orang.

“Kami dibantu program lain, seperti Prokesmas dan Promkes. Semua program itu diintegrasikan dengan kegiatan di Puskesmas Dongko. Setiap kegiatan di Puskesmas Dongko, kami share di youtube, facebook Puskesmas maupun facebook pribadi. Sekarang, semua pegang Medsos. Semua informasi mudah diakses,” ujarnya.

Dari situ, informasi pun mengalir. Termasuk, jumlah penyandang gangguan jiwa atau ODGJ. Di wilayah kerja Puskesmas Dongko, penderita ODGJ berat, tahun 2015 sebanyak 54 orang. 2016, naik menjadi 57 orang. Tahun lalu, naik lagi menjadi 115 orang. Dan hingga Juli tahun ini, jumlahnya naik menjadi 156 orang.

Melihat fenomena itu, tim ODGJ harus bekerja keras. Juga siap dipanggil 24 jam. “Suami serta anak-anak saya, sangat mensupport. Kami sering dipanggil malam hari, karena mungkin pasien telat minum obat sehingga kambuh,” katanya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: