Pasar Bandeng diselenggarakan tiap menjelang Lebaran. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
Banyak pebudidaya bandeng di Kabupaten Gresik ikut meramaikan Pasar Bandeng. Mereka di antaranya, petambak asal Desa Mengare Kecamatan Bungah. "Karena bandeng khas Mengare mempunyai ciri khas tersendiri. Selain lebih enak dan gurih, bandeng tidak bau lumpur karena hidup di air asin," terang Asyaroh.
Selain bandeng khas Mengare yang diminati, Pasar Bandeng tradisional yang diselenggarakan Pemkab Gresik ini juga terdapat ikan bandeng dari kecamatan lain seperti Sidayu, Ujungpangkah, Manyar, dan Kelurahan Lumpur Gresik. Bahkan ada pula dari luar kota.
Khusus bandeng Mengare dari tahun ke tahun menjadi primadona tradisi Pasar Bandeng.
Sementara Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskop, UKM, dan Perindag) Pemkab Gresik Agus Budiono kepada wartawan menjelaskan, Pasar Bandeng merupakan acara tahunan yang digelar Pemkab Gresik.
Selain Pasar Bandeng, pihaknya juga memberikan kesempatan bagi UMKM untuk berjualan. "Tahun ini ada 850-an stand, 98 stand khusus jualan bandeng," terangnya. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




