Selasa, 15 Juni 2021 20:06

​Dua Sistem PPDB SLTPN di Mojokerto Rawan Kongkalikong

Selasa, 29 Mei 2018 14:53 WIB
Editor: Rizki Daniarto
Wartawan: Yudi Eko Purnomo
​Dua Sistem PPDB SLTPN di Mojokerto Rawan Kongkalikong
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Mojokerto Cholid Virdaus. foto: Yudi Eko Purnomo/ bangsaonline.com

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Dua sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) level SLTP negeri di Kota Mojokerto dinilai rawan penyimpangan. Kedua mekanisme rekrutmen yang disebut-sebut berpotensi terjadinya kongkalikong antara oknum panitia rekrutmen dengan calon wali murid tersebut ada pada jalur prestasi akademik dan nonakademik serta kelas olahraga.

Ironisnya, metode jalur prestasi ini telah berjalan bertahun-tahun, sementara kelas olahraga telah berjalan dua tahun terakhir. Dua jalur ini diduga minim pengawasan dari pihak independen.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Mojokerto Cholid Virdaus mengungkap potensi kerawanan penyimpangan karena besarnya slot atau pagu dan rendahnya pengawasan pada kedua sistem tersebut.

"Slot pada jalur prestasi akademik maupun nonakademik mencapai 10 persen dari total kebutuhan siswa baru. Sedangkan kebutuhan murid baru untuk jalur kelas olahraga juga besar lagi mencapai 32 anak atau 1 kelas. Besarnya kuota ini dan rendahnya pengawasan ini membuat dua sistem ini amat rawan terjadinya penyimpangan," ujar Cholid Virdaus, Selasa (29/5).

BACA JUGA : 

Tim Monev Optimis Kemelut BPRS Kota Mojokerto Tuntas Bulan Ketiga

Pasca-Penindakan, DPRD Kota Mojokerto Minta Satpol PP Jangan Obral Penerbitan SLO

Kadispendik dan Ketua Ma'arif NU Gresik Sepakat Sekolah Negeri Harus Patuhi Mekanisme PPDB

Kota Mojokerto Mulai Pembelajaran Tatap Muka untuk Jenjang SD dan SMP Pekan Depan

Politikus PKS ini menuding kedua jalur ini rawan penyimpangan. "Kami beberapa kali menerima laporan dugaan kecurangan saat proses rekrutmen. Beberapa wali murid membawa piagam penghargaan olah raga dari lembaga olahraga, nyatanya saat dites ternyata nggak bisa apa-apa. Pegang raket saja salah," terangnya.

Modus yang dipakai biasanya dengan menyertakan piagam dari lembaga olahraga luar daerah. "Kebanyakan pakai piagam luar kota. Kalau dari KONI sini kan kita bisa tahu langsung anak ini bener berprestasi atau tidak," imbuh ia.

Cholid juga menuturkan, sejak dua tahun terakhir tiga SLTPN, yakni SMPN 1, SMPN 2, dan SMPN 4 membuka kelas olahraga. Ia mengungkapkan pembukaan kelas ini adalah memenuhi instruksi pemerintah pusat.

"Upaya menggugah potensi olahraga di daerah ini bagus, namun persoalannya adalah pembukaan kelas ini lewat jalur reguler. Artinya, siapapun anaknya asal dipandang punya kemampuan olahraga bisa masuk tanpa patokan nilai tertentu. Tanpa pengawasan ketat ini tentu rawan dimainkan, " kecamnya.

Menurut ia, pihak penguji adalah dari sekolah sendiri. Dan ini disebutnya menimbulkan potensi rawan penyimpangan. "Pengujinya mestinya melibatkan pihak luar yang berkompeten. Calon siswa benar punya bakat olahraga atau tidak. Dan itu rawan. Ujinya hanya dipraktikkan," tandasnya.

Cholid mengaku persoalan ini bakal dibawa dalam hearing dengan pihak Dinas Pendidikan setempat. "Kami akan hearing dengan pihak Dinas Pendidikan sehingga potensi kerawanan pada mekanisme PPDB ini bisa dicegah," tandasnya.

Sayangnya Kepala Dinas Pendidikan Amin Wachid ketika dikonfirmasi masih tengah sibuk menghadapi rencana hearing tersebut. (yep/rd)

Demam Euro 2021, Warga Desa di Pasuruan Ini Kibarkan Ratusan Bendera Ukuran Raksasa
Senin, 14 Juni 2021 23:58 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Euforia sepak bola Piala Eropa atau Euro tahun 2021 menggema di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di tanah air. Warga pesisir di Kabupaten Pasuruan misalnya, mereka ikut memeriahkan perhelatan Euro 2021 dengan mema...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Selasa, 15 Juni 2021 06:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com-RUU Pajak makin ramai dan kontroversial. Tapi suara fraksi-fraksi di DPR kali ini menolak. Alias tak mendukung rencana pemerintah.Apa benar ini karena Pilpres sudah dekat? Atau karena para pimpinan parpol belum dipanggil pr...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...