Jumat, 22 Maret 2019 15:59

Sumamburat: Ilegal yang Berkeabsahan

Sabtu, 26 Mei 2018 20:20 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: -
Sumamburat: Ilegal yang Berkeabsahan
Suparto Wijoyo.

Oleh: Suparto Wijoyo*

SESUAI dengan yang diperniatkan bersama dengan Redaksi Harian Bangsa, sejatinya kolom Sumamburat ini membidik fenomena dalam sisik-melik realitas yang disorot tanpa menyilaukan: santai nan biasa-biasa saja yang berseru tentang “esok ada pengharapan lagi”.

Fakta dihimpun dengan samar dan terkadang tetap tersembunyi melalui kosa kata yang terpilih guna menghadirkan perspektif yang tidak perlu membutuhkan berlembar-lembar halaman untuk memahaminya.

Cukup singkat dengan ukuran yang sepersekian waktu sudah dapat terekam esensi gagasannya. Dapat dibaca di kala senggang dengan niatan melengkapi aktivitas para penikmatnya melakukan “tadarus kehidupan”.

Saudara-saudaraku pembaca dari Aceh sampai Papua yang selama ini “terselip” dalam kesibukan masing-masing kini terjalin atas nama persaudaraan yang terpanggil menyemarakkan Ramadhan 1439 Hijriyah.

Kolega sebaya, yang yunior maupun yang senior dari ragam kampus di Indonesia pun menyampaikan daya sambutnya yang menerawangkan pikiran saya bahwa mereka semua adalah“penjaga ilmu” yang tidak lelah membangkitkan daya kritisnya.

Semoga kampus tetap menjadi ajang keilmuan yang “beruhani” kebebasan akademik di tengah sinyal merangseknya “jejaring kekuasaan yang semakin kentara” melakukan “penjeweran kaum terpelajar” seperti diberitakan banyak media. Ide dan gagasan intelektual biarlah terus bersemi dengan adu argumentasi sesuai daya nalar akademik yang dalam sejarahnya telah mampu membuktikan diri bahwa kaum terdidiklah yang menggerakkan kebangkitan sebuah bangsa.

Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2018 tempo hari terus diperingati dengan diskusi-diskusi, kecil maupun kolosal. Upacara diselenggara di tanggal 21 Mei 2018 oleh seluruh lembaga negara.Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-110 untuk menyadarkankembali ingatan lama, termasuk apa yang telah direkam oleh Goenawan Mangoenkoesoemo (1889-1929).

Beliau memang salah seorang dari Siswa yang tergabung di STOVIA (School Tot Opleiding van Inlandsche Artsen) – Sekolah Pendidikan Dokter Bumiputra. Dari STOVIA inilah sebuah cita-cita persatuan kebangsaan digagas dan dikristalisasi dalam wadah perkumpulan Boedi Oetomo (BO).

Ketahuilah bahwapembentukan BO ini langsung mendapatkan respon hebat dari kaum terdidik Bumiputra yang duduk di bangku-bangku Sekolah: Landsbouwschool (Sekolah Pertanian), Veeartsenijschol (Sekolah Dokter Hewan), Hoofdenschool (Sekolah Kepala Negeri), Opleidingschool,Kweekschool bagi Guru, termasuk Burger-Avondschool (Sekolah Malam untuk Penduduk).Gelegar sebaran pendirian BO dari Gedung STOVIA Jakarta tanggal 20 Mei 1908 merupakan jawaban atas kebutuhan zaman yang menuntut kaum terdidiknya berbuat terbaik bagi rakyatnya.

Peristiwa demi peristiwa yang menggambarkan penderitaan lahir batin rakyat menyembulkan komitmen kaum terdidik untuk memperkuat persatuan nasional melalui organisasi BO. Penderitaan rakyat direkam amat jelas dalam tulisan Goenawan Mangoenkoesoemo mengenai Lahirnya Boedi Oetomo (1908-1918). Terdapat telisik kejadian yang sangat miris yang menimpabangsa ini.

Diceritakan sepenuh jiwa apa yang dirasakan pendudukdi trem, di kereta api, di lapangan bola. Kaum Bumiputra mempunyai nilai tidak lebih dari keset kaki, seperti seekor anjing yang dilempari batu oleh anak-anak di jalan besar. Lebih dari itu, nestapa yang menggambarkan nasib kelam bangsa ini ditorehkan: di Hindia Belanda, rakyat menemukan caci maki.

Mereka sengaja menggunakan kata inlander untuk menyakiti hati, merendahkan, menjelekkan bahwaini adalah bangsa yang malas, bodoh, jorok, kejam, tak tahu terima kasih, dan tak berperasaan. Inilah penghinaan yang diterima leluhur kita oleh kaum kolonilais.

Atas perendahan harkat dan martabat kaum Bumiputra itulah kebangkitan dapat digelorakan dan sejurus waktu kemerdekaan dikumandangkan dengan pekik Takbir Allahuakbar yang menghantar Indonesia Merdeka di bulan Ramadhan 1366 Hijriyah. Bagi siapa saja yang kini mau menyimak jalannya sejarah bangsa ini, sudilah membaca kisah-kisah Guru Kebangsaan para tokoh yang mengerucut pada HOS Cokroaminoto, tentu semakin menghormatinya, terutama penghormatan kepada kaum ulama, cendikia yang mengawal dengan ketulusan totalnya.

Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, Pendiri NU, darinya kita semua dapat belajar bagaimaa kumandang nasionalisme dapat digelorakan dalam ungkapan “hubbul wathon minal iman”. Alim Ulama memberikan titah agungnya bahwa “cinta tanah air adalah bagian dari iman”. Para Sayyid dan Habaib memberikan rumah dan harta bendanya untuk kelancaran persiapankemerdekaan Republik Indonesia.

Pelajarilah rumah siapa yang ditempati untuk memproklamasikan Indonesia 17 Agustus 1945 itu, maka betapa besar jasa para ulama yang nasionalismenya tidak perlu dipertanyakan, apalagi sampai didaftar dengan jurus “daftar menu para juru dakwah” dengan kandungan “gizi nasionalisme yang direkomendasi”.

Kawan pembaca Sumamburat nyeletuk, Cak, apakah yang tidak didaftar itu Illegal, dan yang didaftar itu legal. Jawab santai saya adalah: kalaulah pencantuman 200 (sebelum sebagiannya telah menyatakan minta dicoret) mubaligh itu dianggap bukti “legalitasnya versi sebuah kementerian”, biarlah yang lain “bebas berdakwah tanpa rekomendasi”.

Bahkan apabila yang tercatat itu dinyatakan yang palinglegal dan yang “liyan” dianggap illegal, tak usah khawatir, toh yang illegal belum tentu tidak sah, mengingat soal keabsahan ulama itu tidaklah ditentukan oleh sebuah rekomendasi. Kiai-kiai yang mengajariku “mengaji ayat-ayat Illahi” meski tidak direkomendasi tetaplah sang guru, yang kepadanya kupersembahkan bakti.

*Dr H Suparto Wijoyo: Pengajar Hukum Lingkungan Fakultas Hukum, Koordinator Magister Sains Hukum dan Pembangunan Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga, Sekretaris Badan Pertimbangan Fakultas Hukum Universitas Airlangga, serta Ketua Pusat Kajian Mitra Otonomi Daerah Fakultas Hukum Universitas Airlangga.

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 19 Februari 2019 16:59 WIB
BANGSAONLINE.com - Februari udah mau abis aja nih... Saygon Waterpark punya banyak banget promo menarik buat kalian di bulan Februari ini. Ayo... jangan sampai ketinggalan ya...1. Romantic Moment, Berdua Lebih HematBuat kalian yang dateng berdua sama...
H. Suparto Wijoyo
Rabu, 20 Maret 2019 10:57 WIB
Oleh: H. Suparto Wijoyo*PAPUA menghadirkan duka pada saat yang nyaris setarikan nafas panjang atas tragedi yang menimpa Jamaah shalat Jumat di Masjid An Noor, Christchurch, Selandia Baru, Jumat 15 Maret 2019. 49 orang tewas akibat pemberondongan...
Minggu, 17 Maret 2019 23:15 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag28. Wa-immaa tu’ridhanna ‘anhumu ibtighaa-a rahmatin min rabbika tarjuuhaa faqul lahum qawlan maysuuraanDan jika engkau berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang engkau harapkan, maka kat...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...