"Dua paku lainnya berada di Gunung Tidar dan Tasikmalaya. Paku yang di jompa-jampi doa itu konon berusia 600 tahun lebih. Sehingga di era sekarang ini sudah waktunya untuk dilakukan perpanjangan ritual agar Pula Jawa tetap utuh tidak tercerai-berai," ceritanya.

(Ki Ageng Jolo Tundo)
Selain cerita Syeh Subakir dan Raden Patah, sambung Jolo Tundo, Raden Mas (RM) Mudzakir yang tak lain masih keturunan ke IX dari Hamengkubuwono ke VII juga pernah meramalkan adanya patahan lempeng bumi yang melintas di kawasan tersebut.
TAGS:Wisata Pacitan










