Meski demikian, Haryanto berharap pemerintah pusat mengurungkan rencana peniadaan acara tersebut.
"Kita akan mengirimkan proposal ke Kementerian Tenaga Kerja dan berharap program ini dilanjutkan. Sebab potensi pengurangan pengangguran dari program ini cukup signifikan," paparnya.
BACA JUGA:Kirab Budaya Mojo Bangkit Diikuti 1.080 Peserta, Ning Ita Sukses Hidupkan Kembali Kejayaan Majapahit
Ia mengungkapkan Kota Mojokerto telah mendapat apresiasi atas tingginya respon pencari kerja (pencaker) dalam program ini.
"Jumlah pelamar job fair tahun 2017 mencapai 3.608 pelamar. Jumlah ini menempati urutan tertinggi di Jatim. Dan kita mendapat apresiasi dari pemerintah pusat untuk itu, masakan acara ini akan dibatalkan," keluh ia.










