Sabtu, 21 September 2019 21:25

Cak Imin: Berita Palsu atau Hoax Membuat Nama Islam Jadi Rusak

Minggu, 04 Maret 2018 12:46 WIB
Wartawan: Rony Suhartomo
Cak Imin: Berita Palsu atau Hoax Membuat Nama Islam Jadi Rusak
Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar.

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Penyebaran berita palsu atau hoax yang dilakukan kelompok Moslem Cyber Army (MCA) sangat disayangkan oleh Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar.

Oleh karena itu, Muhaimin sangat mendukung upaya pemerintah untuk menindak tegas para pelaku. Menurut Muhaimin, penyebaran hate speech atau ujaran kebencian dan berita bohong (hoax) bisa memecah belah keutuhan bangsa.

"Apalagi menggunakan nama muslim, ini sangat disayangkan. Jangan sampai nama muslim menjadi rusak karena hate speech dan fitnah. Dakwah di sosial media harus mengendepankan perdamaian dan nilai-nilai positif," ujar Cak Imin di sela kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) ke-2 alumni Pondok Pesantren Al Falah Ploso di Pondok Pesantren Mamba'ul Maarif Denanyar, Kabupaten Jombang, Sabtu malam (3/3/2018).

Muhaimin berpandangan, munculnya kelompok yang menyebarkan ujaran kebencian, saling caci maki, fitnah, menyudutkan kelompok lain, bisa memicu terjadinya perpecahan. Juga merusak hubungan kebersamaan. "Maka dari itu, semua kelompok harus menata diri, melakukan tindakan yang tertib sesuai dengan aturan berlaku," katanya.

Sementara itu, dalam pembukaan Munas ke-2 itu, Muhaimin mengajak para alumni pesantren Al-Falah Ploso untuk memenuhi dakwah di media sosial (medsos). Alasannya, umat islam yang berhaluan ahlussunnah wal jamaah masih tertinggal dalam berdakwah di dunia maya tersebut.

"Hari ini justru medsos masih dikuasai oleh jaringan islam garis keras dan fundamental. Makanya, tidak ada salahnya para santri berdakwah di medsos," kata Muhaimin saat memberikan sambutan.

Musyawarah Nasional (Munas) ke-2 alumni Pondok Pesantren Al Falah Ploso di Pondok Pesantren Mamba'ul Maarif Denanyar ini digelar selama dua hari, yakni 3-4 Maret 2018. Selain Cak Imin, acara tersebut juga dihadiri Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri, KH Nurul Huda Djazuli, serta perwakilan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Acara dikemas dengan FGD (Focus Group Discusion), salah satunya yang membahas tentang strategi dakwah pesantren di era digital. Pertemuan tersebut juga akan menghasilan sejumlah rekomendasi. (ony)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Sabtu, 21 September 2019 15:30 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...