Minggu, 19 Agustus 2018 12:32

Gubernur Jatim Terima Penghargaan “Pena Emas” Pada Puncak HPN 2018

Jumat, 09 Februari 2018 20:53 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Abdurrahman Ubaidah
Gubernur Jatim Terima Penghargaan “Pena Emas” Pada Puncak HPN 2018
Penyematan Pin Emas oleh Menteri Informatika dan Informasi Rudiantara Kepada Gubernur Jawa Timur Dr. H Soekarwo di Acara Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Padang Sumatera Barat.

PADANG, BANGSAONLINE.com - Gubenur Jatim Dr. H. Soekarwo menerima penghargaan pena emas pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-32 tahun 2018, yang diselenggarakan di Muaro Lasak, kawasan Danau Cimpago, Padang, Sumatera Barat, Jumat (9/2). Penghargaan berupa pin pena emas ini disematkan secara langsung oleh Menteri Kominfo RI Rudiantara dihadapan Presiden RI Jokowi.

Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim sebelum menerima penghargaan tertinggi dari Persatuan Wartawan Indonesia/PWI telah menyampaikan orasinya di Hall Dewan Pers, Jakarta, beberapa waktu lalu. Bahkan, Pakde Karwo mendapatkan predikat “cum laude” dari 16 panelis yang memberi penilaian. “Penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi juga untuk masyarakat dan media Jatim. Sebab, komunikasi tidak sendiri, melainkan ada komunikator dan komunikan,” ungkapnya.

Menurutnya, keterlibatan media atau pers dalam pembangunan sangatlah penting. Oleh sebab itu, Pemprov Jatim membuka seluas-luasnya dialog interaktif dengan masyarakat melalui ruang publik yang difasilitasi media. Diantaranya melalui dialog TV dengan acara cangkrukan, ajang wadul, obrolan issue publik dan dialog-dialog khusus. Selain itu, juga sosialisasi program di Radio Suara Surabaya dan RRI Surabaya serta analisis konten media. “Di Jawa Timur media telah menjadi teman diskusi pemerintah,” imbuhnya.

Pakde Karwo merupakan gubernur satu-satunya yang menerima penghargaan “Pena Emas”. Selain Pakde Karwo, kepala daerah yang juga menerima penghargaan yaitu Bupati Tabalong, Kalimantan Selatan, Anang Syakhfiani.

Pada kesempatan yang sama, Presiden RI Joko Widodo atau yang lekat disapa Jokowi menyampaikan, di tengah melimpahnya informasi yang beredar di masyarakat peran pers sangat diperlukan sebagai penegak penyampai kebenaran. Selain itu, pers juga berperan untuk menegakkan fakta-fakta dan penyampai aspirasi masyarakat sehingga bisa membangun narasi kebudayaan baru. “Media massa dan pers merupakan pilar keempat demokrasi,” imbuhnya.

Menurutnya, sekitar lima tahun kebelakang banyak analisa yang muncul bahwa media massa selaku media mainstream keberadaannya akan digeser dengan media sosial. Namun demikian, Presiden Jokowi justru percaya media massa kedepan mampu dan akan membangun narasi peradaban baru, memotret masyarakat yang bergerak cepat dan semakin efisien. “Saya terus berharap insan pers Indonesia menjadi penyalur kebenaran, penyalur fakta, sekaligus penyalur aspirasi masyarakat. Selamat Hari Pers Nasional 2018,” pungkas Presiden Jokowi.

Acara puncak peringatan HPN 2018 itu sendiri berlangsung cukup meriah. Turut hadir sejumlah menteri pada Kabinet Kerja, para Duta Besar, Ketua DPD RI Oesman Sapta, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Ketua Dewan Pers Yoseph Adi Prasetyo, Ketua PWI Pusat Margiono, dan sejumlah insan pers se Indonesia. (hms/dur/ian)

Sabtu, 11 Agustus 2018 16:43 WIB
Oleh: Ach. Taufiqil Aziz*Sekitar jam 17.00, pada 9 Agustus 2018, kami sekeluarga masih menonton stasiun televisi tentang pengumuman Cawapres Jokowi. Di televisi, beberapa stasiun dan pengamat sudah menganalisa bahwa Mahfud MD (MMD) yang akan menjadi ...
Kamis, 16 Agustus 2018 17:26 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   In ahsantum ahsantum li-anfusikum wa-in asa'tum falahaa fa-idzaa jaa-a wa’du al-aakhirati liyasuu-uu wujuuhakum waliyadkhuluu almasjida kamaa dakhaluuhu awwala marratin waliyutabbiruu maa ‘al...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 18 Agustus 2018 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Rabu, 08 Agustus 2018 10:41 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Unirow Tuban akhirnya memaparkan data pemetaan gua di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Data tersebut dikeluarkan setelah tim me...