LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Bupati Fadeli terus berinovasi untuk mewujudkan kesejahteraan warganya. Salah satunya mendirikan sentra pelbagai jenis cabai untuk mempermudah mengontrol pasar terutama menstabilkan harga.
Lokasi sentra cabai terletak di Kecamatan Brondong, Paciran, dan Solokuro. Sejumlah desa-desa di tiga kecamatan itu selama ini memang dikenal sebagai penghasil pelbagai jenis cabai. Dari cabai rawit, cabe hijau, hingga cabai keriting. Total lahan cabai di tiga kecamatan itu seluas 3.919 hektare.
BACA JUGA:
- Upaya Jaga Ketahanan Pangan, Pemkab Lamongan Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng
- Genjot Produktivitas Padi, Bupati Lamongan Salurkan Combine Harvester
- Lantik 34 Pejabat, Bupati Lamongan Tekankan Profesionalisme dan Integritas
- Viral Isu Dugaan Perselingkuhan Camat Karanggeneng, Ini Kata Sekda Lamongan
Untuk program percontohan, pada tahun 2017 Pemkab Lamongan memasok bantuan penanaman cabai rawit seluas 50 hektare. Program ini lanjutan dari sebelumnya seluas 75 hektare pada 2016.
"Pemkab Lamongan memfokuskan tiga kecamatan di jalur Pantura ini sebagai sentra cabai. Supaya lebih focus," ujar Bupati Fadeli saat meninjau lahan pertanian cabai di Solokuro didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Aris Setiadi, Rabu (10/1).
Untuk program ini, benih yang ditanam jenis cabai rawit varietas baskara. Cabai yang sudah ditanam di Kecamatan Laren pada lahan seluas 75 hektare itu dinilai cocok untuk Lamongan, terutama di pesisir utara. Dilanjutkan pada 2017 dan dipusatkan di Kecamatan Brondong, Solokuro, dan Paciran.
Kabag Humas dan infokom Pemkab Lamongan Agus Hendrawan mengatakan, program itu adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan produksi cabai rawit. "Selain itu, menjaga pasokan di pasaran stabil. Harga cabai kan naik-turun," ujarnya.
Data dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Lamongan menyebutkan musim tanam 2016 produksi cabai rawit mencapai 37.554 kuintal dengan total lahan panen seluas 3.919 hektare. Rinciannya di Kecamatan Paciran yakni 1.735 hektare, Brondong 1.118 hektare dan Solokuro seluas 757 hektare.
Pada 2017 ditargetkan panen seluas 4.594 hektare. Dengan sasaran panen terluas di Kecamatan Paciran bisa mencapai 2.359 hektare, Brondong 1.083 hektare, dan Solokuro 839 hektare.
"Mudah_mudahan ke depan produktifitasnya terus naik dan harganya juga bagus, sehingga kesejahteraan petani semakin meningkat," harapnya. (qom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




