Gubernur Jatim Soekarwo mendampingi Presiden RI Jokowi dalam kunjungan kerja meninjau lokasi bencana alam di Kabupaten Pacitan, Sabtu (9/12).
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Sampai dengan tanggal 8 Desember 2017 jumlah pengungsi semakin berkurang menjadi 8.019 orang. Jumlah tersebut berkurang 50 persen dibandingkan pada tanggal 4 Desember 2017 sebanyak 16.953 orang. Sedangkan Jumlah korban meninggal dunia dan sudah diketemukan sebanyak 25 jiwa.
"Jumlah pengungsi semakin berkurang karena sebagian besar masyarakat sudah kembali ke rumah masing-masing. Sedangkan yang masih mengungsi sebagian besar karena rumah rusak total akibat banjir dan tanah longsor," ungkap Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo saat mendampingi Presiden RIJoko Widodo meninjau beberapa lokasi terdampak banjir dan tanah longsor di Kab. Pacitan, Sabtu (9/11).
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp2,5 Miliar untuk 2.508 Buruh Linting Sampoerna Rungkut II
- Produksi Padi Jatim Naik, Gubernur Khofifah Optimis Surplus Beras
- Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa
- Tanggung Akomodasi CJH ke Asrama Haji Surabaya, Komisi VIII DPR RI Apresiasi Pemprov Jatim
Pakde Karwo, sapaan Gubernur Jatim mengatakan, pasca bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kab. Pacitan beberapa waktu lalu, Pemprov Jatim fokus memulihkan semua infrastruktur jalan yang mengalami kerusakan. Selain itu juga dilakukan perbaikan rumah dan penanganan warga masyarakat pasca terjadinya banjir.
Ia menjelaskan, pemulihan infrastruktur sudah berjalan dengan baik dan progres sesuai rencana. Hal tersebut terlihat dari beberapa ruas jalan, yang sebelumnya tertutup tanah dan mengalami beberapa kerusakan, saat ini kondisinya sudah diperbaiki. "Masyarakat sudah bisa menggunakannya untuk aktifitas sehari-hari,"jelas Pakde Karwo.
Sesuai dengan data yang dihimpun oleh Pemkab Pacitan, kerugian sementara mencapai Rp 580,9 miliar. Jumlah kerugian tersebut berdasarkan hitungan tim gabungan-termasuk melibatkan juru taksir dari fakultas teknik setempat. Pemprov Jatim juga memberikan tunjangan hidup sebesar Rp. 900 ribu/jiwa/bulan selama tiga bulan.
Tunjangan diberikan bagi masyarakat yang rumahnya rusak dan tidak bisa bekerja. "Pemprov Jatim langsung mengeluarkan anggaran belanja untuk rehab ini dan maksimal 20 hari berikutnya pembangunan rumah sudah harus selesai," ujarnya
Sementara dalam kunjungannya di Dusun Krajan Lor, Desa Ploso, Presiden RI Joko Widodo didampingi Pakde Karwo berkesempatan membagikan 650 paket bantuan bagi masyarakat yang menjadi korban banjir.Paket yang diberikan kepada para korban banjir adalah beras, kopi, gula pasir, teh celup, minyak goreng, pasta gigi,sabun, mie instan dan deterjen.
Pada kesempatan tersebut Presiden RI juga meninjau beberapa rumah yang rusak berat. Beberapa rumah yang rusak, saat ini sudah dilakukan perbaikan yang dilakukan oleh anggora TNI. Selain itu, Jokowi juga melihat secara langsung kondisi Sungai Grindulu yang menjadi salah satu sumber banjir bandang. (ian/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




