Presiden Joko Widodo foto bersama dengan keluarga pengasuh dan pengelola Pesantren Tremas Pacitan Jawa Timur. foto: istimewa
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Alunan syair puisi sempat mewarnai kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Pondok Pesantren Tremas, Arjosari, Pacitan Jawa Timur. Salah seorang santri bernama Ibnu, berkesempatan membacakan bait demi bait pusi karyanya di hadapan presiden.
Puisi itu berkisah tentang ganasnya air bah yang menerjang Ponpes tempatnya menimba ilmu agama tersebut. Presiden pun sempat tersenyum lebar ketika di akhir bait puisi sang penulis menyebutkan bahwa Presiden Jokowi merupakan seorang pemimpin yang ‎sangat dirindukannya. Bahkan secarik kertas bertuliskan syair puisi itu sempat diminta oleh Jokowi.
BACA JUGA:
- Roy Suryo dan Rismon Sianipar Tersangka Kasus Ijazah Jokowi, Polisi Ungkap Dua Klaster
- KPK Dianggap Tak Masuk Akal, Mahfud MD: Jika Mau Selidiki Dugaan Mark up Whoosh Tak Perlu Laporan
- DPD PSI Gresik Klaim Sejumlah Kader Partai Siap Bergabung
- Wow! Jokowi Targetkan PSI Raih 30 Kursi DPR, Butuh Dana Rp 2,5 Triliun
Yang menarik, Presiden Jokowi yang biasanya memberikan hadiah sepeda saat berdialog dengan anak-anak, kali ini Jokowi juga ditagih Ibnu. Dengan berkelakar, santri itu meminta hadiah sepeda kepada Jokowi.
"Sepedanya mana Pak (Presiden Jokowi, Red)," kata Ibnu yang disambut gelak tawa presiden dan tepuk tangan riuh-rendah dari ribuan santri.
Mendengar kelakar Ibnu, Presiden menjawab," Apa Mas Ibnu Mau (sepeda). Tapi saat ini saya tidak membawa sepeda," jawabnya.
Pada kesempatan tersebut Presiden Jokowi juga memimpin pembacaan Pancasila yang ditirukan semua santri. (yun/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




