Elektabilitas Prabowo Anjlok, Tinggal 20 Persen, Tingkat Kepuasan Publik di Bawah 60 Persen

JAKARTA, BANGSAONLINE.com. Mengejutkan. Ternyata hasil survey tentang elektabilitas Prabowo Subianto anjlok parah. Tinggal 20 pesen. Setidaknya, jika pemilihan presiden itu dilaksanakan sekarang.

Data terkini itu terungkap dalam obrolan Bocor Alus Tempo terbaru.  

“Elektabiltas Prabwo dalam hasil survey yang dibaca Jokowi dan lembaga survey yang kita tanya, mereka mengatakan (elektabilitas) Prabowo itu dalam kisaran 20 persen,” ujar Raymundus Rikang, salah satu wartawan dalam Bocor Alus Tempo yang dikutip Jumat (26/6/2026).

Sebaliknya, tutur Rikang, ada kader Gerindra yang elektabilitasnya justeru melejit.

“Kader Gerindra yang dulu rajin flog, tapi sekarang agak ngerem-ngerem sedikitlah,” ujar Rikang yang disambut tawa dua rekan sejawatnya.

“Dari Jawa Barat, bukan?’” tanya Francisca Christy Rosana menggoda.

Tampaknya kader Gerindra yang dimaksud adalah Dedi Mulyadi, gubernur Jawa Barat.

Menurut mereka, Dedi Mulyadi agak mengerem ngeflog karena elektabilitasnya melampaui tingkat keterpilihan Prabowo.

Rikang juga mengungkap tentang approval rating Prabwo-Gibran. Menurut dia, tingkat kepuasan rakyat Indonesia terhadap kinerja Prabwo-Gibran juga anjlok. Bahkan turun drastis hingga 20 persen.

Menurut Rikang, jika pada bulan-bulan sebelumnya, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Prabowo-Gibran sekitar 80 persen, sekarang turun drastis tinggal sekitar 60 persen.

“Persis Kang. Gua juga berbicara dengan dua lembaga survey. Bahwa tingkat kepuasan terhadap kinerja Prabowo-Gibran ini bahkan di bawah 60 persen,” ujar Francisca.

Menurut Francisa, Gibran juga anjlok, di bawah Prabowo. “Kalau Prabowo sekitar 60 persen, Gibran sekitar 50 persen sekian,” ujarnya.

Itulah, tegas Francisca dan Rikang, Jokowi kemudian turun untuk tour ke daerah-daerah basis suaranya untuk menyokong suara yang turun itu.

Siniar Bocor Alus Tempo tidak mengungkap secara spesifik apa yang menjadi faktor penyebab anjloknya elektabilitas Prabowo dan Gibran. Tapi jika kita menyaksikan aksi demo mahasiswa yang meledak di berbagai tempat belakangan ini tak lepas dari kekecewaan rakyat terhadap program andalan Prabowo-Gibran yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyedot APBN hingga Rp 335 triliun. Rakyat terang-terangan tida rela APBN dijadikan program elektabilitas, apalagi ditengarai memotong anggota pendidikan dan kesehatan.

Lebih parah lagi ternyata kemudian terbongkar bahwa dana MBG yang menghabiskan triliunan tiap hari itu justeru dijadikan bancakan alias dikorupsi oleh para pengelolanya.

Ironisnya di tengah kekecewaan publik yang makin memuncak itu Prabowo justeru sering melontarkan pernyataan yang merendahkan. Antara lain ia bilang: emang gua pikirin. Bahkan tak jarang Prabowo mengekspresikan wajah cuek yang terkesan meremehkan an melecehkan kritik bahkan mengabaikan kekecewaan rakyat.