Berkaca Hasil Survei: PSI dan Jokowi Memang Terkenal Tapi Tak Dipercaya Rakyat

SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Pegiat media sosial Mazdjo Pray menilai Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bersama Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) belum berhasil meraih kepercayaan publik.

Menurutnya, hasil survei terbaru Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan 70,2 persen masyarakat telah mengenal PSI, tetapi hanya 1,9 persen yang memilih partai tersebut.

Mazdjo menegaskan persoalan utama PSI bukan terletak pada kurangnya promosi.

"Kalau 70% sudah ngenal PSI tadi menurut surveinya IPO tapi cuma 1,9% memilih, artinya persoalannya bukan kurang promosi, Jokowi bukan kurang keliling," ujarnya dalam kanal YouTube YouthTV Indonesia, dikutip Selasa(11/8/2026).

Ia menambahkan, masyarakat telah melihat rekam jejak Jokowi, mulai dari cara mengambil keputusan, mengelola negara, memperlakukan anak-anaknya, hingga sikap terhadap sahabat dan senior.

"Tapi cuman PSI dan juga Jokowi ya. Enggak dipercaya atau belum dipercaya, karena karena kurang apa kan gitu," jelasnya.

Mazdjo menekankan bahwa untuk mengubah tingkat keterkenalan PSI menjadi tingkat keterpilihan, faktor utama yang dibutuhkan adalah kepercayaan atau trust.

Berdasarkan survei IPO periode 27 Juli–3 Agustus 2026, tingkat pengenalan terhadap PSI mencapai 70,2 persen.

Artinya, mayoritas masyarakat Indonesia telah mengenal PSI, setidaknya mengetahui nama partai atau pernah melihat logonya di ruang publik, baliho, maupun media sosial.

Namun, tingkat keterpilihan PSI hanya 1,9 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa dari masyarakat yang mengenal PSI, hanya sebagian kecil yang menyatakan bersedia memilihnya dalam simulasi pemilihan DPR RI.