JAKARTA,BANGSAONLINE.com - Pakar intelijen senior Kolonel Purn Sri Radjasa Chandra mengaku yakin 100 persen bahwa ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo palsu.
Ia juga mengungkap dugaan keterlibatan mantan Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes) Paiman Raharjo dalam polemik mengenai keaslian ijazah tersebut.
Sri Radjasa Chandra menyebut dugaan pencetakan ijazah palsu Jokowi berkaitan dengan sebuah usaha percetakan yang disebut berada di kawasan Pasar Pramuka, Jakarta.
Dalam keterangannya saat berbincang dengan Refly Harun, Sri Radjasa bahkan menyebut istilah “Universitas Pasar Pramuka (UPP)” untuk menggambarkan lokasi yang menurutnya diduga berkaitan dengan pencetakan ijazah tersebut.
Menurut Sri Radjasa, dugaan tersebut berkaitan dengan usaha percetakan yang disebut dimiliki atau terafiliasi dengan Paiman Raharjo.
Ia menyebut lokasi tersebut sebagai salah satu simpul yang perlu diperhatikan dalam polemik mengenai keaslian ijazah Jokowi.
Mantan intel senior TNI AD itu juga menyinggung adanya kerabat Paiman yang disebut bekerja di tempat tersebut.
Sri Radjasa kemudian mengaitkan posisi Paiman Raharjo setelah menjabat sebagai Wamendes dengan dugaan kedekatan serta berbagai jabatan yang diperolehnya.
“Tidak mengherankan jika Paiman mendapat luxury, dia dapat posisi Wamen, komisaris segala macam di situ,” ujarnya dalam sebuah perbincangan di channel YouTube Refly Harun, Rabu (9/9/2026).
Nama “Universitas Pasar Pramuka” mencuat dalam pernyataan Sri Radjasa sebagai sebutan untuk lokasi yang menurutnya diduga berkaitan dengan aktivitas pencetakan dokumen yang dipersoalkan.
Sri Radjasa menyatakan bahwa usaha percetakan yang dikaitkan dengan Paiman menjadi bagian penting dalam dugaan alur pencetakan ijazah Jokowi.
Dalam perbincangan tersebut, Refly Harun kemudian mempertanyakan apakah Presiden mengetahui dugaan tersebut.
“Apa presiden tahu?” tanya Refly.
Sri Radjasa menjawab bahwa informasi tersebut disebut telah diketahui hingga tingkat Presiden.
“Tahu, sampai Presiden tahu,” jawab Sri Radjasa.










