Normalisasi Tak Kunjung Terealisasi, Tanggul Sungai Unut Blitar Jebol

Normalisasi Tak Kunjung Terealisasi, Tanggul Sungai Unut Blitar Jebol Bupati bersama sejumlah kepala instansi terkait melihat kondisi tanggul sungai Unut yang jebol. foto: AKINA/ BANGSAONLINE

"Sementara sambil menunggu dari BBWS untuk normalisasi, bersama-sama dengan masyarakat sekitar, TNI, dan Polri BPBD Kabupaten Blitar akan membuat tanggul darurat," jelas Rijanto.

Rijanto menjelaskan sungai Unut merupakan muara dari tiga sungai di sekitarnya. Terdeteksi, ada 7 titik rawan jebol terjadi di aliran sungai yang posisinya menikung dari timur ke selatan. Namun saat ini hanya ada satu titik yang jebol, yaitu tanggul di Desa Sumberejo yang kemudian berdampak pada tiga wilayah.

Di Desa Bacem merendam sawah, di Kelurahan Sutojayan hingga masuk ke rumah warga, dan di Desa Sumberrejo merendam sawah. "Ada sekitar 25 hektare sawah yang terendam banjir," imbuhnya.

Pendangkalan sungai Unut sendiri disebabkan dari bukit Tumpak Suru Desa Margomulyo dan Bukit Jurang Kendil di Kecamatan Panggungrejo. Lapisan tanah dan lumpur yang tergerus hujan, akan meluncur ke bawah bermuara di aliran Sungai Unut. Di kemiringan sekitar 45 derajat, masyarakat membuka ladang yang ditanami palawija. Alih fungsi lahan Jati berubah ke palawija, membuat akar tanaman tidak kuat menahan tanah saat hujan deras tiba.

"Pemkab telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 4 miliar untuk mengatasi korban banjir di Kecamatan Sutojayan. Dana itu diambilkan dari pos dana darurat," pungkasnya. (blt1/tri/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO