Senin, 13 Juli 2020 02:25

Wow, Kakek Lulusan SD di Blitar ini Mampu Ubah Sampah jadi 3 Jenis Bahan Bakar

Minggu, 05 November 2017 13:04 WIB
Wartawan: Akina Nur Alana
Wow, Kakek Lulusan SD di Blitar ini Mampu Ubah Sampah jadi 3 Jenis Bahan Bakar
Muryani saat mempraktekkan proses penyulingan sampah plastik menjadi BBM. foto: AKINA/ BANGSAONLINE

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Usia bukan halangan untuk berinovasi. Hal itu dibuktikan Muryani (59). Kakek tujuh cucu ini bisa mengubah sampah plastik menjadi tiga jenis bahan bakar minyak, yakni premium, solar, dan minyak tanah.

Di bank sampah Jalan Joyo Boyo 09 Kelurahan/Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar, Muryani yang sehari-hari bekerja sebagai petugas kebersihan mengolah sampah-sampah plastik menjadi bernilai ekonomis. Usahanya ini hanya berbekal ilmu yang diajarkan ayahnya, jika semua plastik mengandung gas. Dari situ, kakek yang tidak lulus SD ini berpikir keras untuk merakit alat tersebut.

"Sudah saya coba berkali-kali namun sering gagal. Nah tahun 2009 lalu setelah berkali-kali gagal, alat ini bekerja sesuai yang saya harapkan, bisa mendaur ulang sampah plastik jadi tiga jenis bahan bakar ," jelas Muryani, Minggu (5/11).

Muryani menjelaskan proses yang dilakukan untuk menghasilkan BBM melalui destilator diawali dengan memilih dulu sampah plastiknya, terutama yang bening atau tidak berwarna. Lalu dijemur sampai kering.

Dengan kapasitas destilator 10 kg plastik, paparnya, 60% akan disuling menjadi solar, 25% menjadi premium dan 15% disuling menjadi minyak tanah. Proses penyulingan ini membutuhkan waktu empat jam dengan suhu panas 200 derajat celcius.

"Setiap kali proses penyulingan, destilator bisa menghasilkan sebanyak 6 liter solar, 2,5 liter premium dan 1,5 liter minyak tanah," jelasnya.

BBM karya Muryani yang diberi nama BBM plast tersebut ternyata juga sudah banyak diminati warga. Muryani mengaku banyak tetangganya yang menunggu akan BBM Plast karena harganya lebih murah dan tidak berpengaruh pada kinerja mesin sepeda motor.

"Untuk tiga jenis BBM Plast ini masing-masing harganya Rp 7 ribu per liter untuk premium, Rp 6500 per liter untuk solar dan Rp 9500 untuk minyak tanah," jelas Muryani.

Saat ini Muryani mengaku sedang mengurus hak paten untuk destilator buatannya. Selain menambah nilai ekonomis sampah plastik, mesin suling Muryani juga menjadi satu solusi mengatasi pencemaran lingkungan, akibat tidak terurainya limbah sampah plastik. (blt1/tri/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Sabtu, 11 Juli 2020 01:28 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...