Sanyoto
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Hampir seluruh desa/kelurahan di Kabupaten Pacitan belum memiliki batas wilayah yang jelas. Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pacitan, Sanyoto, ada 171 desa serta 5 kelurahan di 12 kecamatan yang masih perlu pendataan serta identifikasi berkelanjutan terkait batas-batas wilayahnya.
"Hal tersebut sebagai upaya awal untuk meminimalisir terjadinya konflik horizontal. Meski selama ini persoalan tersebut belum pernah terjadi di Pacitan," katanya, Kamis (12/10).
BACA JUGA:
- BPBD Pacitan Imbau Warga Waspada Gempa dan Potensi Tsunami
- Pacitan Berpotensi Gempa Megathrust, ini Penjelasan BMKG
- Tinjau Hasil Rekonstruksi Talud di Pacitan, Gubernur Jatim Disambut Ucapan Terima Kasih dari Warga
- Oknum Anggota Polres Pacitan Diduga Perkosa Tahanan Wanita, Kabid Humas Polda: Sudah Ditahan
Bukan hanya desa dan kelurahan, level kecamatan, bahkan kabupaten, juga perlu adanya progress pendataan. "Memang di masa lalu pernah dilakukan pendataan oleh Bakosutarna. Akan tetapi kami memprediksi, data-data tersebut masih perlu dilakukan update. Sebab kebanyakan batas-batas atau peta-peta wilayah itu hanya dilakukan secara turun-temurun atas cerita dari para leluhur. Sehingga kevalidannya mungkin masih perlu kajian ulang," jelas mantan Kepala Badan Satpol PP ini.
"Ketentuan luas wilayah dengan batas-batas wilayah yang akurat akan berbanding positif dengan kebijakan fiskal. Selain pendekatan indikator jumlah penduduk serta indek geografis wilayah. Batas wilayah jadi persoalan sangat strategis, khususnya menyangkut potensi serta aset-aset yang ada," tandas dia.
Hampir senada diungkapkan Hendrik Mujianto, Kasubag Tata Pemerintahan Bagian Pemerintahan dan Kerjasama Setkab Pacitan. Ia menegaskan selama ini semua desa/kelurahan di Pacitan sejatinya sudah memiliki batas-batas wilayah yang jelas. Hanya saja, penetapan batas-batas tersebut berlangsung sejak era penjajahan Belanda, Jepang hingga era kemerdekaan.
"Sehingga perlu adanya pendataan ulang, agar didapat peta terkait batas wilayah yang lebih akurat," timpalnya secara terpisah. (yun/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






