Selasa, 20 Agustus 2019 02:23

PW Ansor Jatim Imbau Tak Gegabah Sikapi Tragedi Rohingya

Selasa, 05 September 2017 11:46 WIB
Editor: Choirul
Wartawan: Yudi Arianto
PW Ansor Jatim Imbau Tak Gegabah Sikapi Tragedi Rohingya
Ketua PW GP Ansor Jatim Rudi Triwahid (tiga dari kiri) ditemani Sekretaris PW GP Ansor Jatim Ahmad Tamim, Ketua PCNU Kota Surabaya Alaik S Hadi serta beberapa anggota Ansor-Banser. foto: yudi a/ bangsaonline

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Meski belum tahu permasalahan mendasar yang menyebabkan terjadi tindak kekerasan hingga pembunuhan massal terhadap warga musllim Rohingya di Myanmar, PW GP Ansor Jatim tetap meyakini terjadi suatu tragedi kemanusiaan.

“Jangan melakukan hal-hal yang menimbulkan kegaduhan. Lakukan hal-hal yang menyelesaikan masalah. Misi kita tergantung pemerintah karena ini lintas Negara. Apabila Pemerintah membutuhkan relawan kemanusian kita siap,” tegas Ketua PW GP Ansor Jatim Rudi Triwahid usai Salat Gaib serta Istigotsah Ansor-Banser di Musala PWNU Jatim, Senin (4/9/2017) siang.

Rudi menegaskan, Salat Gaib serta Istighotsah Ansor-Baser adalah aksi nyata yang bisa dilakukan oleh sahabat-sahabat GP Ansor. Ia mengimbau kepada seluruh umat Islam di Jatim khususnya para sahabat Ansor lain di tingkat cabang, anak cabang hingga ranting yang belum sempat hadir untuk melakukan hal yang sama.

Saat ditanya tentang kesiapannya apabila Pemerintah membutuhkan relawan perang, Rudi menegaskan bahwa Ansor siap untuk itu. “Kita berharap tidak terjadi perang karena itu bukan solusi. Langkah terbaik dan harus cepat dilakukan adalah diplomasi. Kita maunya ada solusi penghentian kekerasan di Myanmar,” tandasnya.

Selain Salat Ghaib dan istighotsah, Ansor Jatim akan melakukan aksi nyata mereka berupa penggalangan bantuan mulai tingkat ranting, anak cabang, cabang, wilayah hingga pusat. “Meski secara teknis masih belum dirumuskan, kita akan galang bantuan itu mulai tingkat ranting NU selama empat hari lalu dikirim ke PAC selama dua hari, ke PC selama dua hari lalu ke PW baru kemudan ke tingkat pusat,” urainya.

Terkait tuntutan untuk menarik Dubes RI di Myanmar atau sebaliknya, Rudi mengusulkan untuk tidak melakukan hal tersebut. “Misalnya kita menarik Dubes RI lalu mengusir Duta Besar Myanmar itu malah nantinya kita tidak bisa melakukan apa-apa. Kita tidak bisa masuk ke negaranya karena secara otomatis hubungan diplomatic terputus,” pungkasnya.

Rudi juga menyayangkan terjadinya pelemparan bom Molotov di Kedubes Myanmar yang terjadi pada Minggu (3/9) dini hari lalu, di Jakarta. Menurutnya, hal tersebut tidak menyelesaikan masalah malah bisa menimbulkan masalah baru di dalam negeri. (ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...