Senin, 17 Juni 2019 09:12

PW Ansor Jatim Imbau Tak Gegabah Sikapi Tragedi Rohingya

Selasa, 05 September 2017 11:46 WIB
Editor: Choirul
Wartawan: Yudi Arianto
PW Ansor Jatim Imbau Tak Gegabah Sikapi Tragedi Rohingya
Ketua PW GP Ansor Jatim Rudi Triwahid (tiga dari kiri) ditemani Sekretaris PW GP Ansor Jatim Ahmad Tamim, Ketua PCNU Kota Surabaya Alaik S Hadi serta beberapa anggota Ansor-Banser. foto: yudi a/ bangsaonline

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Meski belum tahu permasalahan mendasar yang menyebabkan terjadi tindak kekerasan hingga pembunuhan massal terhadap warga musllim Rohingya di Myanmar, PW GP Ansor Jatim tetap meyakini terjadi suatu tragedi kemanusiaan.

“Jangan melakukan hal-hal yang menimbulkan kegaduhan. Lakukan hal-hal yang menyelesaikan masalah. Misi kita tergantung pemerintah karena ini lintas Negara. Apabila Pemerintah membutuhkan relawan kemanusian kita siap,” tegas Ketua PW GP Ansor Jatim Rudi Triwahid usai Salat Gaib serta Istigotsah Ansor-Banser di Musala PWNU Jatim, Senin (4/9/2017) siang.

Rudi menegaskan, Salat Gaib serta Istighotsah Ansor-Baser adalah aksi nyata yang bisa dilakukan oleh sahabat-sahabat GP Ansor. Ia mengimbau kepada seluruh umat Islam di Jatim khususnya para sahabat Ansor lain di tingkat cabang, anak cabang hingga ranting yang belum sempat hadir untuk melakukan hal yang sama.

Saat ditanya tentang kesiapannya apabila Pemerintah membutuhkan relawan perang, Rudi menegaskan bahwa Ansor siap untuk itu. “Kita berharap tidak terjadi perang karena itu bukan solusi. Langkah terbaik dan harus cepat dilakukan adalah diplomasi. Kita maunya ada solusi penghentian kekerasan di Myanmar,” tandasnya.

Selain Salat Ghaib dan istighotsah, Ansor Jatim akan melakukan aksi nyata mereka berupa penggalangan bantuan mulai tingkat ranting, anak cabang, cabang, wilayah hingga pusat. “Meski secara teknis masih belum dirumuskan, kita akan galang bantuan itu mulai tingkat ranting NU selama empat hari lalu dikirim ke PAC selama dua hari, ke PC selama dua hari lalu ke PW baru kemudan ke tingkat pusat,” urainya.

Terkait tuntutan untuk menarik Dubes RI di Myanmar atau sebaliknya, Rudi mengusulkan untuk tidak melakukan hal tersebut. “Misalnya kita menarik Dubes RI lalu mengusir Duta Besar Myanmar itu malah nantinya kita tidak bisa melakukan apa-apa. Kita tidak bisa masuk ke negaranya karena secara otomatis hubungan diplomatic terputus,” pungkasnya.

Rudi juga menyayangkan terjadinya pelemparan bom Molotov di Kedubes Myanmar yang terjadi pada Minggu (3/9) dini hari lalu, di Jakarta. Menurutnya, hal tersebut tidak menyelesaikan masalah malah bisa menimbulkan masalah baru di dalam negeri. (ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Minggu, 09 Juni 2019 23:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag53. Waqul li’ibaadii yaquuluu allatii hiya ahsanu inna alsysyaythaana yanzaghu baynahum inna alsysyaythaana kaana lil-insaani ‘aduwwan mubiinaan.Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengu...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Sabtu, 08 Juni 2019 16:07 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...