Salah satu pabrik pengolahan garam di Pamekasan yang berhenti beroperasi karena kesulitan mendapatkan bahan baku.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Kelangkaan dan melambungnya harga garam yang terjadi belakangan ini mengakibatkan banyak perusahaan pengelola garam untuk konsumsi di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur tidak beroperasi. Ini disebabkan karena mereka kesulitan untuk mendapatkan bahan baku.
"Karena sulitnya bahan baku garam saat ini, banyak perusahaan yang memproduksi garam untuk konsumsi berhenti sementara (tidak berproduksi)," ujar Agus Sumatri warga desa Pandan, salah satu pelaku garam, Kamis (27/07).
BACA JUGA:
- Strategi Hemat Energi Tanpa Mengorbankan Produktivitas
- OJK Percepat Reformasi Pasar Modal Guna Perkuat Likuiditas dan Kepercayaan Investor
- Peran Doktor Ekonomi dalam Merumuskan Arah Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045
- Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru, Pertamina Patra Niaga Prediksi Konsumsi LPG dan BBM Meningkat
Kelangkaan stok garam yang terjadi berefek pada sejumlah karyawan perusahaan. Banyak di antara mereka yang tidak bekerja karena aktivitas produksi sudah berhenti.
"Kami terpaksa merumahkan sementara semua pekerja saat ini," ungkap dia.
Dia menyebutkan, penghentian produksi juga dialami beberapa Industri Kecil Menengah (IKM) lainnya yang bahan bakunya memerlukan garam.
"Saat ini kita kesulitan mencari garam di tingkat petani dan harganya sudah cukup melambung," jelas dia.
Selama bertahun-tahun dirinya menggeluti bisnis pengolahan garam konsumsi, baru kali ini mengalami krisis bahan baku akibat cuaca yang tidak menentu, Pungkas Agus. (err/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




