Sabtu, 21 April 2018 16:49

Tanya-Jawab Islam: Tentang Sai setelah Towaf Ifadoh dalam Manasik Haji

Rabu, 11 Januari 2017 10:53 WIB
Tanya-Jawab Islam: Tentang Sai setelah Towaf Ifadoh dalam Manasik Haji
KH Imam Ghazali Said, MA

>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<<

Pertanyaan:

Saya membaca buku yang Ustad tulis tentang perjalanan haji Rasulullah, diantaranya, sehabis towaf ifadoh , beliau melakukan sai, tapi langsung setelah zuhur kembali ke Mina. Tolong dijelaskan tentang hal tersebut. Apakah sai setelah towaf ifadoh itu memang tidak ada dalam nusuk haji Nabi? Bagaimana hukum jika seseorang melakukan manasik seperti Nabi sesuai yang Ustad tulis itu? Terima kasih, mohon penjelasan tuntas. (H. Mushoffa Aziz, Duduk Sampeya Gresik)

Jawaban:

Terima kasih atas perkenan Bapak membaca buku "Napak Tilak Perjalan Haji Rasul saw" yang saya tulis sekaligus mengkritisinya. Perlu diketahui bahwa selama ini kita belajar manasik haji atau umrah dengan pendekatan fikih. saya pun memulai belajar manasik dengan pendekatan fikih.

Nah, buku yang Bapak baca memaparkan manasik dengan pendekatan sirah nabawiyah. Pendekatan ini berangkat dari pemikiran bahwa ibadah haji dan umrah kita harus meniru cara manasik Rasulullah saw. Bukankah Nabi telah bersabda: "Ambillah manasikmu itu dari aku" (Hr Muslim dan Abu Dawud)).

Pendekatan sirah menuntut deskripsi manasik Rasul secara kronologis menyangkut waktu, tempat, cara beliau mempraktikkan (af'al), arahan (aqwal), dan pembiaran atau persetujuan (taqirr).

Nah... yang sy paparkan dalam buku itu adalah riil yang dilakukan Rasul (af'al), sedang yang aqwal dan taqrir dijelaskan kemudian. Harus diingat ketika Rasul melaksanakan manasik, istilah rukun, wajib dan sunah haji itu belum ada. Teori fikih dan ushul fikih belum ada.

Memang betul Rasul dalam pelaksanan manasiknya memulai dengan niat sekaligus berpakaian ihram di Dzul Hulaifah, tawaf, sai, dan beliau tidak tahallul. Sedangkan mayoritas jamaah shahabi yang menyertai Nabi, atas arahannya (aqwal) bertahallul.

Nabi sendiri terus berpakaian ihram sampai waktu Tarwiyah tiba. Rasul bertarwiyah di Mina, wukuf di Arafah, mabit sekaligus wukuf di Muzdalifah. Kemudian pada 10 Zulhijah beliau melontar Aqabah, istirahat sebentar di Mina; kemudian beliau berangkat ke Mekah utk tawaf, tanpa sai dan juga tanpa tahallul.

Sore hari sebelum asaar, beliau kembali ke Mina untuk mabit di Mina pada 11, 12 dan 13 Zulhijah dan melempar tiga jumrah setiap hari dalam 3 hari Tasyriq. Kemudian beliau dan rombongan meninggalkan Mina menuju Mekah. Pada esok harinya beliau tawaf lagi, kemudian beliau ngimami salat subuh. Usai salat, beliau dan rombongan pulang ke Madinah.

Paparan singkat di atas adalah praktik manasik yang beliau lakukan. Jadi, mestinya kita berupaya mempraktikkan manasik seperti Rasul ini. Fakta ini kemudian dipahami dengan pendekatan fikih. Praktik manasik seperti Nabi di atas adalah model haji qiran namanya.

Konsekuensinya tawaf pertama bernama tawaf qudum. Tawaf kedua bernama tawaf ifadoh, dan tawaf ketiga bernama tawaf wadak. Jadi nama tawaf tersebut muncul setelah manasik Rasul tersebut dipahami dengan pendekatan fikih.

Rasul dinilai mempraktikkan haji qiran, karena dua alasan. Pertama, beliau hanya sai satu kali, ketika awal beliau tiba di Mekah setelah tawaf. Ini dipahami beliau sai untuk manasik haji dan umrahnya skaligus.

Kedua, beliau tidak melaksanakan umrah setelah haji. Andaikan Rasul umrah stelah haji, maka beliau dinilai mempraktikkan haji ifrad. Jadi yang perlu Bapak ketahui, model haji qiran seperti yg dipraktikkan Rasul memang hanya melaksanakan satu kali sai selama haji dalam tahun itu. Smg Bapk maklum. Wallahu a'lam.

Kamis, 19 April 2018 18:28 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DEBAT perdana Kandidat Gubernur Jawa Timur telah dihelat 10 April 2018 lalu dan terus mengiangkan diksi dan intonasi kata “kemiskinan” selama saya mengikutinya dalam perjalanan. Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil E...
Senin, 19 Maret 2018 19:42 WIB
Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .      Wa-aataynaa muusaa alkitaaba waja’alnaahu hudan libanii israa-iila allaa tattakhidzuu min duunii wakiilaan (2).Dzurriyyata man hamalnaa ma’a nuuhin innahu kaana ‘abdan syakuuraa...
Sabtu, 21 April 2018 12:32 WIB
Assalamualaikum Ustad, saya ingin bertanya. Bapak saya punya saudara laki-laki dan dia punya cucu perempuan, apakah boleh saya menikahinya. Mohon di jawab. Waalaikumsalam.(Muhammad Tesan, Netizen)Jawab:Status hubungan keluarga di atas adalah sudah ...
Jumat, 20 April 2018 23:01 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Ngawi dikenal mempunyai Alas Srigati atau Alas Ketonggo yang terletak 12 Km arah selatan dari kota. Menurut masyarakat Jawa, Alas Ketonggo merupakan salah satu wilayah angker atau ‘wingit’ di tanah Jawa.Ha...