Oknum Pejabat PTN di Malang Diduga Jadi Makelar Penerimaan Maba, Patok Tarif hingga Rp 25 Juta

Oknum Pejabat PTN di Malang Diduga Jadi Makelar Penerimaan Maba, Patok Tarif hingga Rp 25 Juta Sbd.

"Saya waktu itu diajak ketemuan di suatu tempat oleh Pak Sbd, setelah ngobrol-ngobrol, saya diminta masuk ke mobilnya untuk menyerahkan uang yang disepakati ke dia sebesar Rp 20 juta," jelas MT.

"Saat saya minta kwitansi, pak Sbd mengatakan 'tidak perlu kwitansi mbak karena bahaya, yang penting anda percaya saya'," jawab Sbd yang ditirukan ibu muda ini.

Hal senada juga dikatakan oleh salah satu dosen di tempat Sbd berkantor. Kepada wartawan, pria paruh baya ini mengungkapkan bahwa setiap tahun Sbd ini selalu bermain sebagai makelar mahasiswa baru,'' kata dia.

"Memang seperti itu mas, sudah jadi tradisi dia setiap tahun jadi makelar Maba, coba kalau sampean tahu rumahnya, megah mas berlantai dua dan baru dibangun. Mobilnya pun baru. Uang dari mana mas kalau tidak nyambi jadi makelar," ungkap dosen yang minta namanya dirahasiakan.

Saat dikonfirmsi di kantornya, Sbd menyangkal semua tuduhan dugaan menjadi makelar Maba tersebut. "Tidak benar kabar itu mas, dan saya tidak kenal ibu MT," tegas dia.

Sayangnya saat wartawan menawarkan untuk dikonfrontasi, Sbd buru-buru pergi dengan alasan akan rapat. Praktis, dugaan adanya mekelar penerimaan Maba di dunia pendidikan tinggi ini tak urung menjadi citra buruk perguruan tinggi sebagai pencetak kader penerus bangsa. (mlg1/thu/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO