Kamis, 02 April 2020 22:25

Sempat Booming, Batik Lumajang Kini Susah Cari Pasar

Sabtu, 23 April 2016 21:42 WIB
Sempat Booming, Batik Lumajang Kini Susah Cari Pasar
Proses pembersihan malam hasil nyanting dibersihkan dari kain batik.

LUMAJANG, BANGSAONLINE.com - Perajin batik Lumajang kini sangat membutuhkan bantuan pemasaran. Sebab, beberapa tahun ini penjualan sangat menurun dibandingkan tahun 2013-2014 yang sangat booming.

Salah satu perajin batik yang merasakan susahnya penjualan batik, adalah Nur Azizah, owner Batik Menak Koncar yang beralamat di Dusun Biting Desa Kutorenon Kecamatan Sukodono Lumajang.

"Saat ini saya sangat merasakan sulitnya pemasaran. Kami harap pemerintah atau siapa saja bisa membantu penjualan batik-batik saya," ujar Zizah.

Apakah tidak melakukan penjualan secara online? Ibu muda ini mengaku belum bisa memasarkan secara online. "Sementara ini hanya lewat facebook atau BBM dan WA. Itupun pembelinya lokalan saja. Batik saya belum punya website khusus dan belum juga dijual di mall online," jawab perempuan berkerudung ini.

"Kalau ada yang mau menjualkannya saya amat berterimakasih," lanjutnya.

Ia pun menuturkan soal usaha batiknya yang didirikan pada tahun 2012. Hanya berbekal ilmu membatik yang diperoleh melalui kursus singkat, bermodal Rp 1 juta iapun memberanikan diri memproduksi batik tulis dan cap.

Zizah melibatkan perempuan-perempuan dari desa tetangga seperti dari Desa Krasak dan Kedungjajang untuk produksi batiknya. "Mereka membawa bahan dari saya, kemudian dicanting dan disolet di rumah mereka. Di sini (di rumahnya) hanya untuk pewarnaan, merebus, dan penjualan," papar Zizah, 32 tahun.

Untuk pewarnaan, ia mengaku menggunakan pewarna alami seperti kulit kayu mahoni, kulit kayu mangga selain pewarna sintetis. Saat ini, usahanya mampu memproduksi 30 potong batik tulis, dan 100-150 potong batik/bulan. Batik-batiknya telah dipatenkan dan usahanya telah berbadan hukum CV.

"Kami selalu berproduksi. Makanya saya butuh pemasaranya. Saya tidak bisa menghentikannya karena kasihan ibu-ibu yang selama ini bekerja untuk saya," tandasnya, yang sangat disupport oleh suami.

Ditanya bagaimana penjualan selama ini, ia menceritakan di antaranya melalui pameran. Ia juga menitipkannya pada butik di Surabaya. "Dulu awal ikut pameran, saya hanya punya satu potong batik saja, kemudian pinjam punya teman-teman untuk dipamerkan. Saya masih ingat batik pertama saya laku Rp 130 ribu. Senangnya tidak terkira," ujarnya sumringah.

Ia mengaku sempat menerima banyak pesanan di saat sedang jaya. Namun pernah juga sempat down ketika batiknya laku 16 potong, kemudian saat perjalanan ia malah kehilangan 16 potong batik lainnya yang ditaruh di motornya.

"Saya juga sempat dikomplain tetangga karena limbah batiknya. Kalau ada yang meminjami modal tanpa bunga, saya ingin membuka showroom yang letaknya tidak di dalam perumahan/perkampungan agar limbahnya tak mengganggu tetangga," harapnya.

Ia juga bercerita ada instansi pemerintah yang pesan untuk seragam. "Saat ini saya juga sedang mengerjakan pesanan untuk seragam. Seperti ini batiknya," ia sambil menunjukkan kain batik motif pisang 1000.

Terakhir yang mendatangi rumah batiknya, adalah rombongan dari sebuah kementerian yang menyukai batik kawung. "Alhamdulillah masih ada yang datang kemari dan membelinya. Saya berharap semakin banyak yang datang kemari dan memborong batik-batik. Ini stok batik saya masih sangat banyak," harapnya.

Untuk harga satu potong batik tulis bahan sutra, harganya dibandrol Rp 1 juta. Batik tulis kain primis Rp 450 ribu, sedangkan bantik cap hanya Rp 100 ribu saja. (nis/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 28 Maret 2020 14:13 WIB
Oleh: M Cholil NafisSaat saya wawancara di TV atau radio banyak pertanyaan tentang hadits yang menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan jum’atan tiga kali berturut-turut jadi keras hatinya bahkan ada yang menyebut kafir dan wajib bersyahadat kemba...
Sabtu, 28 Maret 2020 23:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*85. Wayas-aluunaka ‘ani alrruuhi quli alrruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum mina al’ilmi illaa qaliilaan.Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku,...
Jumat, 20 Maret 2020 00:31 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...