Sudah Dipesan, Pesawat N219 belum Punya Nama

Sudah Dipesan, Pesawat N219 belum Punya Nama Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso bersama Chief Engineering N219 Palmana Bhanandhi (kanan) melihat kokpit pesawat N219. foto: kompas

Untuk mengatasi kondisi seperti itu diperlukan dengan kemampuan manuver tinggi. “Hal inipun sesuai dengan visi Indonesia yang kompetitif, terutama dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA),” tuturnya.

Untuk itu, presiden menginstruksikan Kementerian Perhubungan berkoordinasi dengan PT DI menjamin N219 bisa beroperasi dengan baik dan aman.

Meski belum resmi dipasarkan, perusahan maskapai penerbangan perintis PT Air Born akan memesan delapan unit N291 untuk memperkuat armada nya guna melayani rute perintis dan carteran.

"Kami memesan delapan N219, mungkin pemesan pertama itu. Kami berharap pada 2017 sudah bisa mengoperasikan itu menggantikan yang ada saat ini," kata Direktur Utama PT Air Born Sazahan Mohamad Yassin.

Menurut Sazahan pemesanan N219 itu merupakan bagian dari strategi perusahaan penerbangan itu untuk menangkap peluang bisnis carteran yang telah dijalaninya selama ini.

Ia menyebutkan, saat ini pihaknya telah mengoperasilan sebanyak enam unit jenis Twinn Otter yang sebagian besar dioperasikan dengan sistem carteran.

"Bisnis carteran ke depan kian prospektif, dan kami fokuskan untuk melayanai kebutuhan pertambangan maupun angkutan cargo," katanya.

Menurut dia, perusahaannya itu telah mendapatkan jaminan pembiayaan untuk pembelian terbaru produk PT Dirgantara Indonesia dan Lapan itu. Ia menyatakan sangat percaya dan yakin akan ketangguhan N219 itu. (kcm/tic/rev)

Sumber: kompas.com

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Minta Pesawat yang Bisa Mendarat di Matahari':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO